Laporkan Masalah

Pemodelan Daya Tampung Beban Pencemaran Menggunakan QUAL2Kw di Sungai Biyonga Kabupaten Gorontalo

Wahyuni Palentain Abubakar, Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M.Si. ; Dr. Lintang Nur Fadillah, S.Si., M.Sc.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Meningkatnya aktivitas domestik, pertanian, dan industri kecil menambah beban pencemar yang berdampak pada penurunan kualitas udara Sungai Biyonga. Fungsi ekologi badan air tersebut terancam karena sejumlah parameter kualitas udara telah melampaui baku mutu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi kualitas udara dan status mutunya, menghitung beban polusi serta daya tampung beban pencemar, dan merancang strategi pengelolaan Sungai Biyonga.

Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 7 titik pemantauan yang ditentukan berdasarkan karakteristik segmen sungai dan aktivitas di sekitarnya. Analisis dilakukan melalui pengukuran parameter kualitas udara, penentuan status mutu menggunakan indeks polusi, pemodelan kualitas udara dengan QUAL2Kw, serta analisis SWOT berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner masyarakat sekitar bantaran sungai.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter suhu, pH, dan DO masih memenuhi baku mutu air kelas II, sedangkan BOD5, COD, dan TSS pada beberapa titik telah melampaui baku mutu. Nilai Indeks Pencemaran sebesar 4,23-4,51 dengan rata rata 4,38 menunjukkan status mutu air termasuk cemar ringa. Beban pencemar didominasi oleh aktivitas pertanian dan domestik. Hasil pemodelan QUAL2Kw menunjukkan peningkatan kosentrasi pencemar pada segmen tengah dan penurunan di hilir, dengan nilai RMSE masing-masing sebesar 0,52, 0,59, dan 0,38. Daya tampung beban pencemar menunjukkan kemampuan asimilasi badan air menurun dari hulu ke hilir, dengan nilai sebesar 797,47 kg/hari BOD5, 6.820 kg/hari COD, dan 13.605 kg/hari TSS. Analisis SWOT menghasilkan strategi pengelolaan berupa pengendalian pengendalian polusi, peningkatan pemantauan kualitas udara, dan optimalisasi pengelolaan limbah melalui dukungan masyarakat dan kebijakan yang berkelanjutan.


Meningkatnya aktivitas domestik, pertanian, dan industri kecil menambah beban polutan yang berdampak pada penurunan kualitas air Sungai Biyonga. Fungsi ekologis badan air ini terancam karena sejumlah parameter kualitas air telah melampaui standar kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi kualitas air dan status kualitasnya, menghitung beban pencemaran dan kapasitas beban polutan, serta merumuskan strategi pengelolaan untuk Sungai Biyonga.

Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 7 titik pemantauan yang ditentukan berdasarkan karakteristik segmen sungai dan aktivitas di sekitarnya. Analisis dilakukan melalui pengukuran parameter kualitas air, penentuan status kualitas menggunakan indeks pencemaran, pemodelan kualitas air dengan QUAL2Kw, dan analisis SWOT berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner dari masyarakat di sekitar tepi sungai.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter suhu, pH, dan DO masih memenuhi standar kualitas air kelas II, sedangkan BOD5, COD, dan TSS di beberapa titik telah melebihi standar kualitas. Nilai Indeks Pencemaran sebesar 4,23-4,51 dengan rata-rata 4,38 menunjukkan bahwa status kualitas air diklasifikasikan sebagai tercemar ringan. Beban polutan didominasi oleh aktivitas pertanian dan domestik. Hasil pemodelan QUAL2Kw menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan di segmen tengah dan penurunan di hilir, dengan nilai RMSE masing-masing 0,52, 0,59, dan 0,38. Kapasitas beban polutan menunjukkan bahwa kemampuan asimilasi badan air menurun dari hulu ke hilir, dengan nilai 797,47 kg/hari untuk BOD5, 6,820 kg/hari untuk COD, dan 13,605 kg/hari untuk TSS. Analisis SWOT menghasilkan strategi pengelolaan berupa penguatan pengendalian polusi, peningkatan pemantauan kualitas air, dan optimalisasi pengelolaan limbah melalui dukungan masyarakat dan kebijakan berkelanjutan.


Kata Kunci : Daya Tampung Beban Pencemar, QUAL2Kw, Indeks Pencemaran, Kualitas Air, Sungai Biyonga.

  1. S2-2026-541137-abstract.pdf  
  2. S2-2026-541137-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-541137-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-541137-title.pdf