PENERAPAN BIM 4D DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) DALAM PENJADWALAN DAN PENGENDALIAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Perkantoran 2 Lantai)
Dega Qushoyyi, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Proyek konstruksi
gedung sering menghadapi permasalahan keterlambatan pelaksanaan yang bersumber
dari penjadwalan konvensional berbasis bar chart yang tidak mampu
mengidentifikasi aktivitas kritis, mendefinisikan hubungan ketergantungan
antaraktivitas secara eksplisit, maupun menyajikan informasi jadwal secara
visual dan spasial. Kondisi ini menyebabkan pengendalian waktu tidak dapat
dilakukan secara terfokus dan berbasis prioritas, sehingga diperlukan
pendekatan penjadwalan yang lebih terstruktur dan komunikatif.
Penelitian ini bertujuan untuk 1)
menyusun penjadwalan proyek menggunakan metode Critical Path Method
(CPM) dan mengidentifikasi lintasan kritis pekerjaan struktur, 2) menerapkan
dan mengintegrasikan BIM 4D dengan CPM menggunakan Autodesk Revit 2024
dan Autodesk Navisworks Manage 2024 untuk menghasilkan simulasi visual
urutan pelaksanaan konstruksi, dan 3) mengevaluasi efektivitas penjadwalan
berbasis CPM terintegrasi BIM 4D dibandingkan penjadwalan konvensional pada tujuh
parameter yang mencakup enam parameter fungsi pengendalian waktu dan satu parameter
perbandingan durasi pelaksanaan pekerjaan struktur. Studi kasus dilakukan pada
proyek pembangunan gedung perkantoran 2 lantai di Surakarta dengan batasan
tinjauan pada pekerjaan struktur beton bertulang. Pemodelan BIM 3D dan
ekstraksi Quantity Take-Off (QTO) dilakukan pada Autodesk Revit
2024, analisis CPM menggunakan Microsoft Project dengan representasi Activity
on Node (AON)/Precedence Diagram Method (PDM), dan validasi hasil
dilakukan melalui kuesioner terstruktur kepada tiga pakar menggunakan Skala
Guttman dan uji reliabilitas Percentage Agreement (PA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal baseline
berhasil disusun mencakup 50 aktivitas dengan 3 zona konstruksi dan 49 hubungan
ketergantungan terdefinisi eksplisit. Analisis CPM mengidentifikasi 25
aktivitas kritis (Total Float = 0) yang membentuk lintasan kritis secara
konsisten melalui Zona 2 dan Zona 3, dengan total durasi minimum pekerjaan
struktur sebesar 104 hari kalender (15 minggu). Simulasi BIM 4D menghasilkan 15
kondisi kemajuan konstruksi secara spasial dan kronologis dari Hari ke-1 hingga
Hari ke-104 dengan penandaan visual khusus pada aktivitas lintasan kritis.
Seluruh keluaran dinyatakan layak secara teknis oleh tiga pakar dengan nilai PA
keseluruhan sebesar 94,4%, melampaui ambang batas reliabilitas PA ? 70%.
Evaluasi komparatif menunjukkan bahwa CPM terintegrasi BIM 4D lebih unggul pada
ketujuh dimensi fungsi penjadwalan dibandingkan penjadwalan konvensional proyek
yang tidak mampu mengidentifikasi aktivitas kritis maupun hubungan
ketergantungan antaraktivitas.
Construction project delays are often caused by
conventional bar chart-based scheduling, which lacks the ability to identify
critical activities, explicitly define inter-activity dependencies, or present
schedule information in a visual and spatial manner. This condition prevents
time control from being carried out in a focused and priority-based manner,
necessitating a more structured and communicative scheduling approach.
This study aims to 1) develop a project schedule using
the Critical Path Method (CPM) and identify the critical path of structural
work, 2) apply and integrate BIM 4D with CPM using Autodesk Revit 2024 and
Autodesk Navisworks Manage 2024 to produce a visual simulation of the
construction sequence, and 3) evaluate the effectiveness of CPM-integrated BIM
4D scheduling compared to conventional scheduling across seven evaluation
encompasing six time control function parameters and one structural work
duration comparison parameter. The case study was conducted on a 2-story office
building construction project in Surakarta, with the scope of analysis limited
to reinforced concrete structural work. BIM 3D modeling and Quantity Take-Off
(QTO) extraction were performed in Autodesk Revit 2024, CPM analysis was
conducted in Microsoft Project using Activity on Node (AON)/Precedence Diagram
Method (PDM) representation, and results were validated through structured
questionnaires administered to three experts using the Guttman Scale and Percentage
Agreement (PA) reliability testing.
The results show that the baseline schedule was
successfully developed comprising 50 activities across 3 construction zones
with 49 explicitly defined dependency relationships. CPM analysis identified 25
critical activities (Total Float = 0) forming the critical path consistently
through Zone 2 and Zone 3, with a minimum total structural work duration of 101
calendar days (15 weeks). The BIM 4D simulation produced 15 progressive
construction snapshots from Day 1 to Day 101, with distinct visual marking of critical
path activities. All outputs were validated as technically sound by three
expert validators, achieving an overall PA of 94,4%, exceeding the reliability
threshold of PA ? 70%. Comparative evaluation demonstrated that CPM integrated
with BIM 4D outperforms conventional scheduling across all seven evaluated
dimensions of scheduling and time control functions.
Kata Kunci : BIM 4D, critical path method, penjadwalan proyek, lintasan kritis, pengendalian waktu