Laporkan Masalah

The Apex and The Challenge: Analyzing The United States Pivot to Asia Through Taiwan

Samantha Nasution, Dr. Rochdi Mohan Nazala

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Skripsi ini mengkaji efektivitas kebijakan Pivot to Asia Amerika Serikat dengan fokus pada Taiwan sebagai strategi containment terhadap kebangkitan Tiongkok. Dengan menggunakan Power Transaction Theory (PTT) sebagai kerangka analisis, penelitian ini mengoperasionalkan dua variabel-kapabilitas militer dan tingkat kepuasan terhadap tatanan internasional untuk menilai apakah Pivot berhasil mempertahankan dominasi AS sekaligus mengelola respon Tiongkok terhadap dominasi tersebut. Dengan mengacu pada analisis isi kualitatif terhadap dokumen pemerintah, buku putih pertahanan, serta literatur sekunder, skripsi ini berargumen bahwa meskipun Pivot secara eksplisit mengandung niat dan mekanisme containment, kebijakan tersebut sebagian besar tidak efektif pada kedua dimensi teoretis tersebut. Pada dimensi militer, pembangunan regional Tiongkok yang terkonsentrasi, termasuk kapabilitas Anti-Access/Area-Denial (A2/AD) dan ekspansi angkatan lautnya yang dibarengi dengan keterlambatan pengiriman persenjataan AS ke Taiwan yang terus berlanjut, secara bertahap mengikis keunggulan militer (preponderence) yang menurut PTT menjadi syarat utama bagi containment yang stabil. Pada dimensi kepuasan, ambiguitas strategis AS serta framing retoris yang menempatkan Tiongkok sebagai "ancaman" alih-alih sebagai kekuatan yang bangkit secara sah, telah memperdalam ketidakpuasan struktural Beijing, mendorong Tiongkok ke arah revisionisme institusional yang selektif melalui inisiatif seperti Belt and Road Initiative dan Asian Infrastructure Investment Bank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Taiwan, alih-alih berada dalam posisi yang semakin rentan, dimana kesenjangan kekuatan yang menyempit berpotongan dengan meningkatnya ketidakpuasan Tiongkok. Skripsi ini memberikan kontribusi bagi kajian Hubungan Internasional dengan menunjukkan bahwa reposisi militer semata tidak cukup untuk mewujudkan containment yang efektif tanpa disertai strategi pararel untuk mengatasi keluhan normatif dan institusional dari kekuatan yang sedang bangkit. 

This thesis examines the effectiveness of the United States' Pivot to Asia policy, focusing on Taiwan, as a containment strategy against China's rise. Using Power Transition Theory (PTT) as its analytical framework, the study operationalizes two variables–military capability and satisfaction with the international order–to assess whether the Pivot has succeeded in preserving U.S. dominance while managing China's response to that dominance. Drawing on qualitative content analysis of government documents, defense white papers, and secondary literature, the thesis argues that although the Pivot explicitly incorporates the intent and mechanisms of containment, it has been largely ineffective on both theoretical fronts. On the military dimension, China's concentrated regional buildup–including its Anti-Access/Area-Denial (A2/AD) capabilities and naval expansion–combined with persistent delays in U.S. arms deliveries to Taiwan, has steadily eroded the military preponderance that PTT identifies as essential for stable containment. On the satisfaction dimension, U.S. strategic ambiguity and its rhetorical framing of China as a "threat" rather than a legitimate rising power have deepened Beijing's structural grievances, pushing China toward selective institutional revisionism through initiatives such as the Belt and Road Initiative and the Asian Infrastructure Investment Bank. The findings suggest that Taiwan, rather than being securely anchored in a stable regional hierarchy, occupies an increasingly precarious position where a narrowing power gap intersects with growing Chinese discontent. This thesis contributes to International Relations scholarship by demonstrating that military repositioning alone is insufficient for effective containment absent a parallel strategy to address the normative and institutional grievances of an ascending power.

Kata Kunci : Power Transition Theory, Pivot to Asia, U.S.-China relations, Taiwan, containment strategy, military capability

  1. S1-2026-492242-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492242-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492242-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492242-title.pdf