Perencanaan Pengembangan Wisata Petualangan Penelusuran Gua Pegunungan Karst di Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Yuli Seperi, Drs. Sujali, M.S.; Drs. Eko Haryomo, M.Si.
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHGua merupakan fenomena alam yang banyak terjadi pada daerah pegunungan karst. Gua dapat dimanfaatka sebagai wisata alam atau wisata petualangan yang sangat menarik, di Kabuapaten Gunungkidul banyak menyimpan gua-gua yang sangat indah untuk dijadikan sebagai obyek wisata. Sayangnya gua-gua tersebut belum bayak diteliti untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan hidup manusia apalagi untuk dijadikan obyek wisata. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi potensi fisik gua dan karakteristik gua-gua untuk wisata petualangan penelusuran gua serta membuat arahan pengembangan wisata petualangan penelusuran gua. Pada penelitian ini mengambil sampel secara terpilih yang mewakili terhadap karakteristik bentuk gua. Gua yang diteliti adalah Gua Jomblang, Gua Cokro, Gua Bribin dan Gua Paesan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan observasi dengan menggunakan skoring terhadap variabel-variabel penelitian yang dilakukan yaitu variabel internal gua dan variabel eksternal gua, serat wawancara langsung kepada juru kunci gua, mahasiswa pecinta alam yang melakukan aktivitas penelusuran gua sebagai data primer sedangkan data sukender diperoleh dari instansi-instansi pemerintah yang terkait dengan penelitian ini. Teknik analisa yang digunakan meliputi analisa skoring, analisa social masyarakat, analisa pasar dan analisa SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtinities and Threats) sebagai dasar penyusun arahan pengembangan wisata petualangan penelusuran gua. Hasil penelitian diketahui bahwa gua-gua yang diteliti mempunyai potensi besar untuk wisata petualangan penelusuran gua. Tiap gua mempunyai daya tarik sendiri baik dari segi ornamen gua yang indah, kegelapan abadi, sisi kepetualangan seperti penurunan dengan tali pada gua vertikal, pengarungan sungai dalam kedaan gelap dan penelusuran gua itu sendiri serta misteri-misteri yang ada. Gua Jomblang, Gua Cokro dan gua Gua Paesan merupakan gua yang besar potensinya, mempunyai nilai skor 24 dan Gua Bribin mempunyai nilai 18. Penyusunan arahan pengembangan wisata petualangan penelusuran gua harus melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan wisata ini seperti pengelola, pemandu wisata dengan cara pendidikan dan pelatihan yang terkait, dan yang sangat penting diperhatikan yaitu konservasi gua agar ekosistem gua dapat terjaga kelestariannya
Cave is one of the natural phenomena which happened in many karst areas. Cave could be functioning as interesting adventure tour or natural tour; in Gunungkidul regency there are a lot of beautiful caves that could be use as tourisms' objects. Unfortunately, those caves have not been examined yet for using as the tourisms objects. The aim of this study is to identify the caves' physical and characteristics potential to use as the caving adventure tour. This research took the selected sample which are represented the shape characteristics of the caves. The caves that have been examined are Jomblang Cave, Cokro Cave, Bribin cave and Paesan Cave. The method that conducted in this research is an observation using scoring to some of the research variables, such as cave internal and external variables. The primary data are collected by interviewing the cave caretakers, students of nature lover who do many of cave exploration activities; whereas the secondary data are obtained from the interrelated government institution report books. The analysis techniques used in this research are based on scoring, social community, market and SWOT (Strength, Weakness, Opportunities and Threats) analysis. These techniques are the basic foundation of directing the development of the caving adventure tour. The results from this research are those examined caves have a great potency to use as the caving adventure tour. Each cave has its own attraction whether it beautiful ornaments, immortal dark side, or the adventure itself. The Jomblang cave, Cokro cave and Paesan cave has the greatest potency, have point 24 and Bribin cave have point 18. In making the basic direction for the development of the caving adventure tour should be involving the community around the caves to be the organizers, the tour guides through interrelated education and training. But the most important thing is the cave conservation so that the ecosystems of the caves are well looked after.
Kata Kunci : Pengembangan wisata,Karst,Gunungkidul,DIY