PRAKTIK JURNALISME LINGKUNGAN DI MEDIA ALTERNATIF: STUDI KASUS SERIAL BERITA “PROYEK SENGSARA NASIONAL” OLEH PROJECT MULTATULI
Ardelia Dewani Adwina Putri, Prof. Dr. Rahayu, S.I.P., M.Si., M.A.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) memicu konflik agraria dan deforestasi di Indonesia, sementara minimnya perhatian media arus utama terhadap isu lingkungan berkontribusi pada rendahnya kesadaran publik. Project Multatuli sebagai media alternatif mengambil peran advokatif terkait isu lingkungan melalui Serial ‘‘Proyek Sengsara Nasional” sejak 2022. Penelitian ini bertujuan menjelaskan praktik jurnalisme lingkungan di Project Multatuli, mencakup proses produksi berita, prinsip yang diterapkan, serta faktor yang memengaruhi peran jurnalis. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Robert K. Yin. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Temuan yang didapat kemudian dianalisis menggunakan pattern matching dan explanation building. Hasil penelitian menunjukkan, kekecewaan jurnalis terhadap dinamika politik pembangunan, disertai stagnasi keberpihakan media arus utama, menjadi faktor pendorong munculnya sikap advokatif dalam peliputan isu lingkungan. Oleh karena itu, prinsip keberpihakan pada masyarakat terdampak menjadi inti dari praktik jurnalisme lingkungan di media alternatif seperti Project Multatuli. Hal ini termanifestasi dalam pendekatan peliputan yang bersifat bottom-up, immersive, serta menggunakan penceritaan naratif untuk menyoroti sudut pandang masyarakat terdampak dalam isu lingkungan.
The National Strategic Projects (PSN) scheme framework
has triggered agrarian conflicts and deforestation in Indonesia, while the lack
of attention from mainstream media toward environmental issues contributes to
low public awareness. Project Multatuli, as an alternative media outlet, takes
on an advocative role through its ‘‘Proyek Sengsara Nasional” news series since
2022. This study aims to explain the practices of environmental journalism at
Project Multatuli, including the news production process, the principles
applied, and the factors influencing journalists’ roles. This research employs
a case study method using Robert K. Yin’s approach. Data were collected through
interviews, observation, documentation, and literature review, and were
analyzed using pattern matching and explanation building techniques. The
findings reveal that journalists’ disappointment with the dynamics of
development politics, along with the stagnation of mainstream media’s
alignment, has driven the emergence of an advocative stance in reporting
environmental issues. Consequently, a commitment to affected communities
becomes the core principle of environmental journalism practices in alternative
media such as Project Multatuli. This is manifested in a bottom-up and
immersive reporting approach, as well as the use of narrative storytelling to
highlight the perspectives of affected communities in environmental issues.
Kata Kunci : Jurnalisme Lingkungan, Media Alternatif, The Hierarcy of Influences Model