Laporkan Masalah

Tinjauan Perkembangan Psikomotorik Pada Anak Obesitas

Intan Fatah Kumara, dr. Endy Paryanto, DSAK ; Suprapti Djuari S., M.App.Sc.

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Saat ini kegemukan telah menjadi suatu masalah kesehatan. Kegemukan dapat terjadi baik pada dewasa maupun anak-anak, dengan berbagai macam permasalahannya. Masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan, perkembangan dan masa eksplorasi untuk mengenal lingkungan. (Harjati & Soejono, 1986). Berbagai faktor dapat mempengaruhi mutu perkembangan anak, diantaranya adalah keadaan fisik (Soetjiningsih, 1895). Anak-anak yang kegemukan (obesitas) sering dinilai lamban oleh masyarakat. Penelitian bertujuan untuk menilai perkembangan psikomotorik pada anak yvang obesitas. Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan status perkembangan psikomotorik pada anak obesitas dengan anak non obesitas. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak obesitas dan 20 anak non obesitas yang diambil dari siswa taman kanak-kanak di Kotamadya Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan cara menentukan status obesitas anak kemudian menilai status perkembangan psikomotorik dengan metode Denver Development Screening Test II. Diberikan kuesioner yang diisi oleh orang tua untuk melihat data dari variabel-variabel aktivitas fisik, jenis kelamin anak, riwayat berat badan lahir, riwayat pemberian air susu, tingkat pendidikan, kegemukan orang tua, dan lama pengasuhan sehari-hari. Dengan uji statistik didapatkan hasil yang bermakna bahwa pada anak obesitas memiliki status perkembangan terlambat, sedang pada non obesitas berstatus normal (P<0,05). Hubungan antara aktivitas fisik dengan status perkembangan psikomotorik juga menunjukkan hasil bermakna (P<0,05), dimana subjek dengan status perkembangan terlambat memiliki aktivitas fisik yang kurang dibanding subjek dengan status perkembangan normal. Uji statistik pada variabel-variabel jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, riwayat pemberian air susu, tingkat pendidikan orangtua, kegemukan orang tua dan lama pengasuhan sehari-hari menunjukkan hasil tidak bermakna (P>0,05). Perlu dilakukan penelitian lain dengan jumlah sampel vang lebih besar pada dua lingkungan yang berbeda. Perlu juga dikaji bagaimana bentuk hubungan antara perkembangan psikomotorik dengan aktivitas fisik pada anak obesitas.

Kata Kunci : obesitas, psikomotorik

  1. S1-FKU-1996_IntanFatahKumara-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1996_IntanFatahKumara-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1996_IntanFatahKumara-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1996_IntanFatahKumara-Title.pdf