Laporkan Masalah

Pengaruh Hiperbilirubinemia pada neonatus cukup bulan terhadap perkembangan anak usia 3-5 tahun

NUGROHO, Andreas Wahju Pudji, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,Ph.D.,Sp.AK

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Faktor risiko pada masa pranatal, natal, perinatal dan pascanatal adalah salah satu masalah yang dapat menyebabkan penyimpangan proses tumbuh kembang seorang balita. Hiperbilirubinemia merupakan salah satu faktor risiko pada masa perinatal yang dapat mempengaruhi perkembangan balita karena sifatnya yang toksik terhadap sel-sel susunan saraf pusat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hiperbilirubinemia pada neonatus cukup bulan terhadap perkembangan anak usia 3-5 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan kohort retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien di RS Dr.Sardjito, Yogyakarta pada periode 1 Agustus 1999 sampai dengan 31 Juli 2001. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok dengan riwayat hiperbilirubinemia neonatal dan kelompok nonhiperbilirubinemia neonatal. Luaran yang diukur adalah perkembangan anak pada usia 3-5 tahun dengan menggunakan skrining perkembangan Denver II. Diperoleh 120 subjek penelitian yang terbagi atas kelompok hiperbilirubinemia dan kelompok non hiperbilirubinemia (masing-masing 60 subjek penelitian), masing-masing subjek diuji dengan menggunakan skrining perkembangan Denver II. Hasil dari skrining tersebut: perkembangan anak normal atau dicurigai ada gangguan perkembangan. Dari analisis bivariat dengan X2 diperoleh hasil tidak ada perbedaan bermakna untuk yang dicurigai ada gangguan perkembangan anak usia 3-5 tahun pada kelompok hiperbilirubinemia dengan kelompok nonhiperbilirubinemia (p=0,09, RR=4,46, CI 95% : 0,91-21,97). Setelah dilakukan analisis regresi logistik terhadap variabel luar, tidak ada faktor yang mempengaruhi kecurigaan terhadap gangguan perkembangan anak usia 3-5 tahun. Kesimpulan tidak ada pengaruh hiperbilirubinemia pada neonatus cukup bulan terhadap perkembangan anak usia 3-5 tahun.

Risk factors in prenatal, natal, perinatal and postnatal period can cause abnormality in growth and development process of children under five years old. One of the risk factor is neonatal hyperbilirubinemia because of its toxicity to central nervous system of the brain. This study was aimed to identify the influence of the neonatal hyperbilirubinemia in full term infants to development of child aged 3-5 years old. The study design was cohort retrospective. Data were collected from medical records at Dr. Sardjito Hospital in Yogyakarta from August 1, 1999 to July 31, 2001. Subjects who fulfilled the inclusion and exclusion criterias were divided into two groups, hyperbilirubinemia group and nonhyperbilirubinemia group. The outcome was the development of the children at age of 3-5 years old using the Denver Developmental Screening Test II / DDST II (normal or suspect). There were 120 subjects who were divided into 2 groups, each of them had 60 subjects and every subject was tested by DDST II. The result of DDST II was normal or suspect delayed development. By using bivariat analysis with X2, there was no significant statistical difference in suspect delayed development between hyperbilirubinemia children and nonhyperbilirubinemia children (p=0,09, RR=4,46, CI 95% : 0,91-21,97). Logistic analysis regression to outside variabels showed that there was no factor influenced the suspect delayed development of children at 3-5 years old. The conclusion was there was no influence of neonatal hyperbilirubinemia in full term infants to children development at 3-5 years old.

Kata Kunci : Neonatus Cukup Bulan,Hiperbilirubinemia Neonatal,Anak 3,5 Tahun,neonatal hyperbilirubinemia, full term infants, children development, children aged 3-5 years old, DDST II


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.