Studi kerentanan dan bahaya banjir sebagian wilayah kotamadia Semarang propinsi Jawa Tengah : Sebuah pendekatan geomorfologi pragmatis
Yasin Yusup, Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.
1999 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKota Semarang berkembang ke arah Selatan yang berupa daerah perbukitan dengan cara mengkonversi lahan pertanian dan tegalan menjadi permukiman dan ke arah Utara yang berupa daerah rawa dan tambak dengan cara mereklamasi daerah rawa dan tambak tersebut menjadi kawasan permukiman, industri, wisata dan pengembangan wilayah pelabuhan. Kedua daerah tersebut berfungsi sebagai kawasan penyangga. Arah urbanisasi ke Selatan dan ke Utara ini mempengaruhi proses hidrologi yang berlangsung yaitu banjir yang terjadi secara periodik pada musim hujan semakin besar volumenya dan semakin luas daerah sasarannya. Akibatnya adalah semakin besar tingkat kerentanan, kerugian dan bahaya banjirnya. Penelitian di sebagian wilayah Kotamadia Semarang ini mempunyai tujuan: mengidentifikasi dan mengklasifikasi satuan-satuan bentuklahan dan bentukan adaptasi manusia terhadap banjir; mempelajari karakteristik dan penyebab banjir; menganalisis data hujan dan debit maksimum tahunan yang menyebabkan banjir; dan mengetahui agihan, tingkat kerentanan, kerugian dan bahaya banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei menggunakan hampiran geomorfologi pragmatis, dibantu dengan analisis klimatologi, hidrologi, oseanografi, penggunaan lahan dan informasi sejarah banjir setempat. Data yang dikumpulkan, diolah, dianalisis, diklasifikasi, dan dievaluasi adalah bentuklahan, bentuk adaptasi terhadap banjir, penggunaan lahan, peristiwa banjir (lama, kedalaman, frekuensi, luas dan asal-mula banjir), curah hujan, temperatur, kapasitas saluran sungai dan drainase, daerah resapan, kedalaman muka air tanah, penurunan muka tanah, pasang-surut air laut, tekstur tanah, dan daya tumpu tanah. Analisis yang digunakan adalah analisis Gumbel Tipe I, Log Pearson Tipe III, hidrograf empiris rasional, kapasitas maksimum, volume luapan dan analisis kontur rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian yang mempunyai kelas kerentanan sangat rentan yaitu daerah yang terletak pada dataran aluvio-koluvial, dataran aluvial, delta, gisik, dan beting gisik seluas 2008,87 ha. Daerah ini tergenang banjir lokal dan banjir rob dengan karakteristik banjir. frekuensi banjir dengan periode ulang lebih dari 5 tahun, kedalaman genangan < 1 m, lama genangan 1-9 jam, debit sebesar 4,45-17,24 m³/detik dan tinggi pasang > 0,75 m. Tingkat bahaya sangat bahaya terdapat pada daerah permukiman dengan kepadatan penduduk > 127 orang per ha, atau pada daerah-daerah pusat pelayanan, perdagangan dan jasa seluas 1622,81 ha (24,40 %). Tingkat kerugian besar (> 900 juta per ha) terdapat pada penggunaan lahan dengan nilai aset atau properti yang besar yaitu bandara A. Yani, daerah industri, perdagangan dan jasa seluas seluas 92,27 ha (1,39%). Banjir kiriman lebih dipengaruhi oleh faktor alami, khususnya banjir dengan periode ulang lebih dari 50 tahun, meskipun tidak bisa dipungkiri banjir ini diperparah oleh penambahan air sebagai akibat dari pengurangan daerah resapan. Banjir genangan dan banjir rob lebih dipengaruhi oleh faktor pengaruh campur tangan manusia, dalam hal ini proses urbanisasi yang berpengaruh pada proses hidrologi.
-
Kata Kunci : Bahaya Banjir,Geomorfologi,Semarang,Jawa Tengah