Perlakuan awal untuk mematahkan dormansi kulit benih Merbau (Intsia bijuga O.K.) dan pengaruhnya terhadap viabilitas
SAHUPALA, Andjela, Prof.Dr.Ir. H. Moh. Na'iem, M.Agr
2005 | Tesis | S2 Ilmu KehutananTelah dilakukan penelitian di rumah kaca Fakultas Kehutanan UGM tentang “Pengaruh Perlakuan Awal Untuk Mematahkan Dormansi Kulit Biji Benih Merbau (Intsia bijuga O.K) dan Pengaruhnya Terhadap Viabilitasâ€, pada bulan September 2003 sampai Januari 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan pendahuluan yang tepat untuk mengatasi sifat dormansi pada benih merbau (Intsia bijuga O.K.) agar viabilitas benihnya dpat ditingkatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dimana setiap satuan percobaan terdiri dari 100 benih, yang terdiri dari a0 = kontrol, benih dikikir dan direndam dengan air selama: 4 jam = a1, 8 jam = a2, 12 jam = a3, 16 jam = a4; benih dikikir dan direndam dengan air panas (85oC) selama: 4 jam = b1, 8 jam = b2, 12 jam = b3, 16 jam = b4; benih direndam dengan larutan H2SO4 dengan konsentrasi; 65% = c1, 75% = c2, 85% = c3, 95% c4 ( perlakuan pendahuluan pada benih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengatasi sifat dormansi kulit benih merbau, perlakuan awal yang tepat adalah benih dikikir dan direndam dengan air panas selama 8 jam (b2).
Telah dilakukan penelitian di rumah kaca Fakultas Kehutanan UGM tentang “Pengaruh Perlakuan Awal Untuk Mematahkan Dormansi Kulit Biji Benih Merbau (Intsia bijuga O.K) dan Pengaruhnya Terhadap Viabilitasâ€, pada bulan September 2003 sampai Januari 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan pendahuluan yang tepat untuk mengatasi sifat dormansi pada benih merbau (Intsia bijuga O.K.) agar viabilitas benihnya dpat ditingkatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dimana setiap satuan percobaan terdiri dari 100 benih, yang terdiri dari a0 = kontrol, benih dikikir dan direndam dengan air selama: 4 jam = a1, 8 jam = a2, 12 jam = a3, 16 jam = a4; benih dikikir dan direndam dengan air panas (85oC) selama: 4 jam = b1, 8 jam = b2, 12 jam = b3, 16 jam = b4; benih direndam dengan larutan H2SO4 dengan konsentrasi; 65% = c1, 75% = c2, 85% = c3, 95% c4 ( perlakuan pendahuluan pada benih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengatasi sifat dormansi kulit benih merbau, perlakuan awal yang tepat adalah benih dikikir dan direndam dengan air panas selama 8 jam (b2).
Kata Kunci : Hutan,Pohon Merbau,Pembibitan,Dormansi Benih, Seed, Merbau, Dormancy, Pre-treatment, Viability