Laporkan Masalah

Analisis Kelayakan Strategi Diversifikasi Portofolio Produk PT XYZ Menuju Hilir Rantai Pasok Baterai EV

Toroi Saut Johansen Simaremare, Prof. B.M Purwanto, M.B.A., Ph.D.,

2026 | Tesis | S2 Manajemen

Misi perusahaan masuk ke hilir bahan baku baterai kendaraan listrik menghadapi dilema dalam menjaga keunggulan kompetitif yang berkelanjutan antara berfokus pada pengembangan produk perantara atau terjebak dalam menunda investasi ke hilir yang mengakibatkan kehilangan kesempatan dalam memanfaatklan momentum untuk memperkuat posisi strategis dalam rantai pasok saat meningkatnya industri baterai ev.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan strategi diversifikasi integrasi vertikal ke hilir industri prekursor pCAM pada PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-methods) dengan desain sekuensial eksplanatori pada studi kasus. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Porter’s Three Essential Tests meliputi Industry attractiveness, Cost of Entry dan Better off Test. 
Pengujian ini mencakup uji daya tarik menggunakan kerangka Porter’s five forces dalam mengevaluasi tekanan dan kesiapan dalam menghadapi tekanan industri bahan baku baterai berbahan dasar nikel, pengujian biaya masuk menerapkan perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period dari modal investasi yang disiapkan, serta pengujian sinergi menggunakan value chain analysis untuk menemukan potensi sinergi antara bisnis utama dengan bisnis baru PT. XYZ. 
Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa industri prekursor pCAM dinilai memiliki daya tarik yang tinggi dengan hambatan masuk yang tergolong tinggi, kelayakan investasi secara finansial dibuktikan dengan hasil perolehan perhitungan NPV yang positif, IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto dengan periode pengembalian modal yang singkat dan ditemukan adanya potensi sinergi dari lini bisnis sekarang dengan prekursor pCAM khususnya pada pengadaan, infrastruktur, penjualan dan pemasaran serta SDM. Oleh karena itu, strategi diversifikasi integrasi vertikal memenuhi tiga uji esensial Porter dan layak direkomendasikan untuk dapat dilanjutkan. Implikasi dari penelitian ini menjadi panduan strategis bagi manajemen dalam pengambilan keputusan dalam pengembangan portofolio bisnis. 

The company’s mission to expand into the downstream sector faces a dilemma in maintaining sustainable competitive advantage: whether to focus on developing intermediate products or risk delaying downstream investments, which could result in missing opportunities to capitalize on the momentum to strengthen its strategic position in the supply chain as the EV battery industry grows.

The purpose of this study is to analyze the feasibility of a vertical integration diversification strategy into the pCAM precursor industry at PT. XYZ. This study employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential design in a case study. Quantitative data was collected through a questionnaire, while qualitative data was gathered through in-depth interviews; then analyzed Porter’s Three Essential Tests framework which include Industry Attractiveness, Cost of Entry, and Better-Off Test. 

This study includes a competitive analysis using Porter’s five forces framework to evaluate the pressures and readiness to address challenges in the nickel-based battery raw materials industry, the cost of entry test applying Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period calculation based on company’s planned investment, as well as synergy analysis using value chain analysis to identify potential synergies between PT. XYZ’s core business and its new business.

Research findings indicate that the pCAM precursor industry is considered highly attractive, with relatively high barriers to entry, the financial viability of the investment is demonstrated by a positive NPV calculation, an IRR higher than the discount rate, and a short payback period, and potential synergies were identified, particularly in the use of existing in procurement, infrastructure, sales and marketing, and human resources. Therefore, the vertical integration diversification strategy meets Porter’s three essential tests and is worth recommending for further implementation. The implications of this study serve as a strategic guide for management in making decisions regarding business portfolio development. 

Kata Kunci : Strategi Diversifikasi, Integrasi Vertikal Hilir, Tiga Uji Esensial Porter, Industri pCAM

  1. S2-2026-551951-abstract.pdf  
  2. S2-2026-551951-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-551951-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-551951-title.pdf