PURSUING INNOVATIVENESS THROUGH SOCIOEMOTIONAL WEALTH OBJECTIVES: A CASE STUDY OF SERBA SAMBAL ASLI SUKOHARJO
Handitya Syaifuddin Yusuf, Rocky Adiguna, SE., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Bisnis keluarga dalam industri jasa makanan Indonesia menghadapi tingkat kegagalan yang tinggi, sering dikaitkan dengan kurangnya fleksibilitas dan inovasi terkait adopsi teknologi. Tantangan utama bagi perusahaan-perusahaan ini adalah mengelola ketegangan antara pelestarian Kekayaan Sosial Emosional (SEW) keluarga dan tuntutan akan inovasi strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi yang digunakan oleh Serba Sambal Asli Sukoharjo, sebuah bisnis keluarga yang berhasil menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan ekspansi modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif, memanfaatkan wawancara semi-terstruktur dengan tim manajemen dan analisis tematik berdasarkan kerangka kerja Miller et al. (2015).
Temuan ini mengungkapkan bahwa perusahaan mengelola inovasi melalui struktur tata kelola hybrid di mana tim manajemen non-keluarga bertindak sebagai mediator antara pendiri konservatif dan penerus yang inovatif. Strategi utama termasuk memanfaatkan proyek percontohan dan data objektif untuk mengatasi resistensi terhadap adopsi teknologi, seperti aplikasi pengiriman online. Selain itu, perusahaan memprioritaskan tujuan "Organisasi Evergreen" di atas "Keinginan Keluarga Parokial" melalui tiga mekanisme khusus: membatasi nepotisme keluarga untuk memastikan kompetensi profesional (Human Capital), mengadopsi model "waralaba longgar" untuk membangun kekayaan relasional jangka panjang (Modal Sosial), dan menerapkan sistem "Recipe Master" terdesentralisasi untuk melindungi rahasia dagang sekaligus memberdayakan masyarakat lokal (Governance). Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat SEW yang tinggi tidak menghambat inovasi ketika perusahaan memandang bisnis sebagai warisan yang harus dikelola, secara efektif mengklasifikasikan perusahaan sebagai Inovator Kewirausahaan.
Family businesses within the Indonesian food service industry face a high failure rate, often attributed to a lack of flexibility and innovation regarding technology adoption. A primary challenge for these firms is managing the tension between the preservation of family Socioemotional Wealth (SEW) and the demands for strategic innovativeness. This research aims to explore the strategies employed by Serba Sambal Asli Sukoharjo, a family business that successfully balances traditional values with modern expansion. This study employs a qualitative case study method, utilizing semi-structured interviews with the management team and thematic analysis based on the Miller et al. (2015) framework.
The findings reveal that the company manages innovation through a hybrid governance structure where the non-family management team acts as a mediator between the conservative founder and the innovative successor. Key strategies include utilizing pilot projects and objective data to overcome resistance to technology adoption, such as online delivery apps. Furthermore, the company prioritizes "Evergreen Organization" objectives over "Parochial Family Desires" through three specific mechanisms: restricting family nepotism to ensure professional competence (Human Capital), adopting a "loose franchise" model to build long-term relational wealth (Social Capital), and implementing a decentralized "Recipe Master" system to protect trade secrets while empowering local communities (Governance). The study concludes that high levels of SEW do not inhibit innovation when the firm views the business as a legacy to be stewarded, effectively classifying the firm as an Entrepreneurial Innovator.
Kata Kunci : Family Business, Socioemotional Wealth (SEW), Innovation, Food Service Industry, Hybrid Governance.