Pengembangan Program Telerehabilitasi Kardiovaskular Berbasis Latihan di Rumah pada Pasien Pasca Intervensi Koroner Perkutan
Wantiyah, Prof. Dr. dr. Budi Yuli Setianto, Sp.PD., K-KV, Sp.JP(K); Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes.; Prof. dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Ph.D., Sp.PD., K-KV, Sp.JP(K)
2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Pengembangan Program
Telerehabilitasi Kardiovaskular Berbasis Latihan di
Rumah
pada Pasien Pasca Intervensi Koroner Perkutan
(Development of Home-Based Exercise Cardiac
Telerehabilitation for Patients After Percutaneous Coronary Intervention)
Latar belakang: Upaya meningkatkan potensi rehabilitasi kardiovaskular melalui
rehabilitasi di rumah menghadapi kendala dalam pemantauan pasien. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan program telerehabilitasi berbasis latihan di
rumah (TKBLR) pada pasien pasca Intervensi Koroner Perkutan (IKP) serta
menganalisis pengaruhnya terhadap kepatuhan dan kapasitas fungsional.
Metode:
Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods sekuensial yang dibagi menjadi
3 tahap, yaitu pengembangan (kualitatif), validasi (kualitatif dan
kuantitatif), dan uji efikasi (quasi-eksperimen non-ekivalen). Penelitian
dilakukan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pada tahap uji efikasi, diperoleh
sampel sebanyak 61 pasien pasca-IKP (31 perlakuan, 30 kontrol) yang direkrut
menggunakan teknik consecutive sampling. Kelompok perlakuan menjalani
program hybrid, yaitu di rumah sakit (RS) 2 sesi/minggu dan di rumah 3
sesi/minggu. Saat latihan di rumah, pasien memakai jam tangan “CovWatch”
yang terhubung ke dashboard “TEKAD”. Adapun kelompok kontrol menjalani
rehabilitasi kardiovaskular rutin, yaitu latihan di RS sebanyak 8 sesi.
Hasil:
Pengembangan program menghasilkan dashboard Telerehabilitasi Kardiovaskular
(TEKAD) yang valid dengan nilai SUS 74 (baik). Hasil uji efikasi
menunjukkan bahwa mayoritas pasien pada kedua kelompok patuh dalam menjalani
rehab dan tidak ada perbedaan signifikan kepatuhan antara kedua kelompok (p: 0,238; 95 % CI). Kedua
kelompok menunjukkan peningkatan kapasitas fungsional (UJ6M) yang bermakna
secara statistik dan klinis (p<0>dengan rerata
peningkatan +93,35±68,93 m pada kelompok perlakuan dan +110,87±90,34 m pada
kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan rerata
selisih (DUJ6M) yang signifikan antarkelompok (p = 0,199, 95 % CI: -23,57–58,59).
Kesimpulan: Program TKBLR yang dikembangkan memberikan pengaruh pada kepatuhan dan
kapasitas fungsional pasien pasca-IKP dengan efikasi yang setara dibandingkan dengan rehabilitasi konvensional
di RS. Program ini dapat menjadi alternatif yang efektif untuk optimalisasi
rehabilitasi kardiovaskular.
Kata kunci: Intervensi Koroner Perkutan, Telerehabilitasi kardiovaskular,
Rehabilitasi Kardiovaskular Berbasis Rumah, Sequential Mixed Methods,
Kepatuhan, Kapasitas Fungsional
ABSTRACT Development of Home-Based
Exercise Cardiac Telerehabilitation for Patients After Percutaneous Coronary
Intervention Background: Enhancing
the potential of cardiac rehabilitation (CR) through home-based cardiac
rehabilitation (HBCR) poses challenges for patient monitoring. This study aims
to develop a home-based exercise telerehabilitation (HBECTR) program for
patients after Percutaneous Coronary Intervention (PCI) and examine its impact
on adherence and functional capacity. Methods: A
sequential mixed-methods study divided into three phases: Phase 1
(development-qualitative approach), Phase 2 (validation-quantitative and
qualitative approach), and Phase 3 (efficacy testing-quantitative:
non-equivalent quasi-experimental design), conducted at Dr. Sardjito General
Hospital, Yogyakarta. In Efficacy testing, 61 patients after PCI were recruited
using consecutive sampling and divided into two groups: an intervention group (IC) and a control group (CG).
The intervention group received hybrid CR using the “CovWatch” smartwatch,
connected to the web-based application “TEKAD” (App Rehab Cardio) for vital
sign monitoring during home exercises. While the CG, patients received CBCR. Results: The
development produced a valid “TEKAD” with a SUS score of 74 (good. Efficacy
test results showed that the majority of patients in both groups adhered to the
CR program. There was no difference in patient adherence to CR between groups
(p: 0.238; 95% CI). Both groups showed a significant increase in functional
capacity (6MWD; p<0> Conclusion: The
HBECTR program significantly improves adherence and functional capacity after
PCI in patients and is equal to conventional CR. It serves as a
viable alternative for optimizing cardiovascular rehabilitation programs. Keywords: Intervensi Koroner Perkutan, Telerehabilitasi kardiovaskular, Rehabilitasi Kardiovaskular Berbasis Rumah, Sequential Mixed Methods, Kepatuhan, Kapasitas Fungsional
Kata Kunci : Intervensi Koroner Perkutan, Telerehabilitasi kardiovaskular, Rehabilitasi Kardiovaskular Berbasis Rumah, Sequential Mixed Methods, Kepatuhan, Kapasitas Fungsional/Percutaneous Coronary Intervention, Cardiac Telerehabilitation, Home-based Cardiac Rehabili