Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Transmigrasi Berbasis Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) Dengan Pemanfaatan ArcGIS (Studi Kasus: Patek, Aceh Jaya)
Laila Nur Azizah, Dr. Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc.; Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.; Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc.
2026 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Kawasan
Transmigrasi Patek di Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu wilayah
pengembangan transmigrasi yang memiliki potensi sumber daya lahan cukup besar,
namun dalam implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti konflik
lahan, keterbatasan aksesibilitas, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi
wilayah. Selain itu, evaluasi kawasan transmigrasi selama ini masih cenderung
dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan kawasan transmigrasi di Patek, Aceh Jaya
menggunakan pendekatan Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) berbasis
Sistem Informasi Geografis dengan pemanfaatan ArcGIS.
Analisis
kesesuaian lahan dilakukan menggunakan metode Spatial Multi-Criteria Analysis
(SMCA) dengan teknik weighted overlay pada ArcGIS. Parameter yang digunakan
terdiri dari aspek fisik berupa kemiringan lereng, curah hujan, dan jenis
tanah, aspek aksesibilitas berupa jarak terhadap jalan utama dan fasilitas
umum, serta aspek sosial-ekonomi berupa ketersediaan lahan produktif, sumber
daya air, dan potensi ekonomi lokal. Seluruh parameter direklasifikasi
ke dalam kelas kesesuaian, kemudian diberikan skor dan bobot melalui pendekatan
expert judgement.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi
Patek didominasi oleh kelas cukup sesuai (S2) dengan luas sebesar 23.332,7 ha.
Selain itu, terdapat kelas sangat sesuai (S1) seluas 14.705,16 ha, kelas sesuai
marginal (S3) seluas 14.392,88 ha, dan kelas tidak sesuai (N) seluas 4.823,37
ha. Kecamatan Setia Bakti menjadi wilayah dengan luasan lahan cukup sesuai dan
sangat sesuai terbesar, sedangkan Kecamatan Sampoiniet memiliki luasan lahan
tidak sesuai paling tinggi akibat adanya beberapa faktor pembatas kondisi
lahan.
Patek Transmigration Area in Aceh Jaya Regency
is one of the transmigration development areas with considerable land resource
potential. However, its implementation still faces several challenges such as
land conflicts, limited accessibility, and the underutilization of regional
potential. In addition, the evaluation of transmigration areas has generally
been conducted partially. Therefore, this study aims to evaluate the land
suitability level of the Patek transmigration area in Aceh Jaya using a Spatial
Multi-Criteria Analysis (SMCA) approach based on Geographic Information Systems
with the utilization of ArcGIS.
The land suitability analysis was conducted
using the Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) method with a weighted overlay
technique in ArcGIS. The parameters used consisted of physical aspects
including slope, rainfall, and soil type; accessibility aspects including
distance to main roads and public facilities; and socio-economic aspects
including the availability of productive land, water resources, and local
economic potential. All parameters were reclassified into suitability classes,
then assigned scores and weights through an expert judgement approach.
The results show that the Patek transmigration area is dominated by the moderately suitable class (S2) with an area of 23,332.7 ha. In addition, the highly suitable class (S1) covers 14,705.16 ha, the marginally suitable class (S3) covers 14,392.88 ha, and the not suitable class (N) covers 4,823.37 ha. Setia Bakti District has the largest area of moderately suitable and highly suitable land, while Sampoiniet District has the largest area of unsuitable land due to several limiting land conditions.
Kata Kunci : Kawasan Transmigrasi, Kesesuaian Lahan, Spatial Multi-Criteria Analysis, ArcGIS, Weighted Overlay, Aceh Jaya