Dinamika Sosial Masyarakat Dan Politik Era Al-Mu'tashim Dalam Puisi As-Saifu Ashdaq Karya Abu Tamam: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Heri Nuryahdin, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.
2026 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang banyak menjadi media penuangan ide dan refleksi kondisi dan persoalan zaman dari sudut pandang sastrawan melalui diksi yang padat, singkat, dan imajinatif. Tak jarang puisi dijadikan sarana untuk mengomentari, mengkritik, memuji, dan merenungkan situasi sosial politik suatu negara. As Saifu Ashdaq adalah salah satu karya Abu Tamam yang terkenal pada masa Khalifah Al Mu’tashim dari Dinasti Abbasiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sosial masyarakat dan politik pada masa Kekhalifahan Al Mu’tashim yang digambarkan dalam puisi As Saifu Ashdaq. Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough menyatakan bahwa pemakaian bahasa melalui lisan dan tulisan sebagai bentuk parktik sosial yang oleh karenanya dapat mencerminkan efek ideologi, memproduksi, dan mereproduksi relasi kuasa yang tidak imbang antara kelas sosial, jenis kelamin, maupun kelompok mayoritas dan minoritas. untuk melihat bagaimanan. Penelitian ini menggunakan teori Fairclough tersebut untu mengetahui bagaimana Abu Tamam sebagai penyair menggambarkan kondisi sosial dan politik masyarakat pada saat itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa astrologi cukup dipercayai oleh masyarakat dan Abu Tamam berusaha meruntuhkan kredibilitas astrologi dalam bait–bait awal puisi As Saifu Ashdaq. Melaui puisinya tersebut, Abu Tamam juga berupaya mengkonstruksi citra positif Khalifah Al Mu’tashim di hadapan rakyatnya di tengah sejumlah kebijakan politiknya yang kontroversial.
Poetry is one of the literary genres frequently employed as a medium for expressing ideas and reflecting upon the conditions and issues of a particular era through concise, dense, and imaginative diction. It often serves as a means of commenting on, criticizing, praising, and contemplating the socio-political circumstances of a society or state. As-Saifu Ashdaq is one of the most renowned poems composed by Abu Tammam during the reign of Caliph Al-Mu‘tasim of the Abbasid Caliphate. This study aims to examine the social and political dynamics of society during the reign of Al-Mu‘tasim as represented in As-Saifu Ashdaq. Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) posits that language, whether spoken or written, constitutes a form of social practice that can reflect ideological effects, as well as produce and reproduce unequal power relations among social classes, genders, and majority and minority groups. Drawing upon Fairclough’s theoretical framework, this study investigates how Abu Tammam, as a poet, portrayed the social and political conditions of his time. The findings reveal that astrology was widely trusted by society, and Abu Tammam sought to undermine its credibility in the opening verses of As-Saifu Ashdaq. Through this poem, he also attempted to construct a positive image of Caliph Al-Mu‘tasim before his subjects amid several of the Caliph’s controversial political policies.
Kata Kunci : Abu Tamam, Al Mu’tashim, Analisis wacana kritis, As Saifu Ashdaq, Fairclough