MODEL SISTEM DINAMIK TERKAIT KUALITAS AIR DANAU BATUR, BALI
Ni Kadek Reza Dwi Lestari, Dr. Daniel, MSc ; Dr. Annisa Utami Rauf, S.Pd.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Danau Batur merupakan danau
vulkanik terbesar di Bali yang memiliki fungsi penting sebagai sumber air,
perikanan, pertanian, dan pariwisata. Peningkatan aktivitas pertanian, budidaya
ikan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA), serta aktivitas domestik berpotensi
meningkatkan beban nutrien yang dapat menurunkan kualitas air danau.
Kompleksitas interaksi antar faktor lingkungan, sosial, dan aktivitas manusia
memerlukan pendekatan yang mampu menggambarkan dinamika sistem secara
menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Sistem Dinamik untuk
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas air Danau Batur dan
mengevaluasi alternatif pengelolaannya.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed
methods dengan desain exploratory sequential. Data kualitatif
diperoleh melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD)
dengan pemangku kepentingan terkait. Data kuantitatif menggunakan data sekunder
berupa parameter kualitas air (amonia, fosfat, dan nitrat) dan data pendukung
lainnya. Analisis dilakukan melalui penyusunan Causal Loop Diagram
(CLD), pengembangan Stock Flow Diagram (SFD), validasi model, dan
simulasi skenario menggunakan perangkat lunak Vensim PLE.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
aktivitas pertanian, budidaya ikan KJA, dan aktivitas domestik merupakan faktor
utama yang berkontribusi terhadap peningkatan beban nutrien di Danau Batur.
Faktor sosial seperti edukasi praktik ramah lingkungan, kesadaran masyarakat,
dan penerapan regulasi berperan dalam mendukung pengendalian pencemaran.
Simulasi skenario menunjukkan bahwa kombinasi intervensi pengurangan penggunaan
pupuk kimia, pengendalian jumlah KJA, peningkatan edukasi lingkungan, dan
penguatan regulasi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan intervensi
tunggal.
Kesimpulan: Kualitas air Danau Batur
dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor lingkungan, sosial, dan aktivitas
antropogenik. Model Sistem Dinamik mampu menggambarkan hubungan antarvariabel
serta mendukung penyusunan skenario pengelolaan kualitas air yang lebih adaptif
dan berkelanjutan.
Background: Lake Batur is the largest volcanic lake in Bali and serves important
functions as a source of water, fisheries, agriculture, and tourism. Increasing
agricultural activities, floating net cage (FNC) aquaculture, and domestic
activities have the potential to increase nutrient loads, which may contribute
to the deterioration of lake water quality. The complexity of interactions
among environmental, social, and anthropogenic factors requires an approach
capable of capturing the dynamics of the system comprehensively. This study
aimed to develop a System Dynamics Model to analyze the factors influencing
Lake Batur's water quality and evaluate alternative management strategies.
Methods: This study employed a mixed-methods approach using an exploratory
sequential design. Qualitative data were collected through in-depth interviews
and Focus Group Discussions (FGDs) involving relevant stakeholders.
Quantitative data were obtained from secondary sources, including water quality
parameters (ammonia, phosphate, and nitrate) and other supporting data. The
analysis involved the development of a Causal Loop Diagram (CLD), construction
of a Stock Flow Diagram (SFD), model validation, and scenario simulations using
Vensim PLE software.
Results: The findings indicated that agricultural activities, floating net cage
aquaculture, and domestic activities were the primary contributors to increased
nutrient loads in Lake Batur. Social factors, including environmental
education, community awareness, and regulatory implementation, played important
roles in supporting pollution control efforts. Scenario simulations
demonstrated that a combination of interventions, including reducing chemical
fertilizer use, controlling the number of floating net cages, improving
environmental education, and strengthening regulatory enforcement, produced
better outcomes than individual interventions.
Conclusion: Lake Batur's water quality is influenced by the interaction of
environmental, social, and anthropogenic factors. The System Dynamics Model was
able to represent the relationships among variables and support the development
of more adaptive and sustainable water quality management scenarios.
Kata Kunci : Danau Batur, kualitas air, sistem dinamik model, pengelolaan lingkungan.