Evaluasi potensi air tanah untuk air minum di cekungan pantai kotamadya Ambon, Maluku
Yohanes Agus Setianto, Drs. Soenarso Simoen
1988 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian airtanah di cekungan pantai Kotamadya Ambon bertujuan menelitipotensi airtanah secara kuantitatif dan kualitatif pada akifer dalam maupun akifer dangkal untuk keperluan air minum penduduknya. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan studi pustaka. Pengambilan sampel digunakan metode "Purposive Sampling ", hal ini dilakukan pada pengambilan sampel airtanah, tinggi muka airtanah, dan kebutuhan air minum penduduk setiap keluarga. Karakteristik aki fer diketahui dengan menganalisis data uji pemompaan pada sumur dalam maupun sumur dangkal. Uji pemompaan dan analisis datanya digunakan metode Theis Recovery ". Kualitas airtanah didasarkan atas hasil analisis laboratorium data primer maupun data sekunder. Analisis kualitas air data primer ditujukan pada parameter parameter petunjuk dini adanya pengaruh air laut. Kebutuhan air minum penduduk dihitung dengan "Sampling" kebutuhan air minum setiap keluarga/ hari berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : Permeabilitas daerah penelitian bervareasi, yaitu berkisar 11,46 m/hari sampai 173,95 m/ hari. Debit aliran airtanah total (dari akifer dalam dan akifer dangkal) sebesar 119.747.660 1t/ hari. Kualitas airtanahnya memenuhi persyaratan untuk air minum. Kebutuhan air minum penduduk Kotamadya Ambon tahun 1985 = 31.300.298 lt/hari, dan kebutuhan air total=45.132.298 lt/hr. Kebutuhan air minum penduduk Kotamadya Ambon tahun 1985 tercukupi dari potensi airtanah didaerah penelitian. Masih dimungkinkan pengembangan airtanah didaerah penelitian, terutama di wilayah antara sungai Wai Batu Gajah dengan sungai Wai Batu Gantung.
-
Kata Kunci : Potensi Airtanah,Air minum,Cekungan pantai,Ambon,Maluku