Reformasi Afghanistan dan Kegagalan Intervensi Aktor Internasional: Analisis Melalui Kerangka Global Governance dan Transformation of Statehood
Muhamad Fathul Madani, Dr. Lukmanul Hakim, S.I.P., M.A.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Tesis ini berjudul "Reformasi Afghanistan dan Kegagalan Intervensi Aktor Internasional: Analisis Melalui Kerangka Global Governance dan Transformation of Statehood." Dengan melihat konsep Global Governance yang dikembangkan oleh Mark Duffield (2007) dan Transformation of Statehood yang dikembangkan oleh Shahar Hameiri (2010), Penelitian ini menempatkan diri dalam perdebatan tersebut dengan menggaris bawahi dimensi yang kurang dikaji: bagaimana pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban secara strategis memanfaatkan kegagalan intervensi internasional untuk membangun legitimasi domestik dan melakukan rekonstruksi identitas negara. Dengan menganalisis interaksi antara tekanan global, ideologi Islam konservatif, dan dinamika kekuasaan lokal, penelitian ini mengisi celah dalam literatur yang belum menjelaskan secara tuntas mengapa intervensi internasional tidak mampu mengubah arah reformasi Afghanistan, meskipun dilakukan selama dua dekade. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tata Kelola global sering kali tidak memperkuat kapasitas negara berdaulat sehingga reformasi yang terjadi di Afghanistan dapat terjadi, tata kelola global beroperasi melalui jaringan transnasional yang terdiri dari para donor, aktor militer, organisasi internasional, dan organisasi non-pemerintah yang membuat kemandirian pemerintah Afghanistan sangat kecil. Lebih lanjut, Di Afghanistan, intervensi internasional mengubah konsep kenegaraan dengan memecah otoritas ke berbagai lapisan pemerintahan. Tanggung jawab keamanan sebagian dialihkan kepada militer dan pihak asing, pembangunan kepada lembaga internasional, dan tata kelola hak asasi kepada institusi yang didorong oleh donor. Akibatnya, lembaga negara Afghanistan tidak mampu mengkonsolidasikan otoritas terhadap aktor lokal seperti pemimpin agama, elit suku, dan kelompok bersenjata.
This thesis is titled "Afghanistan Reform and the Failure of International Actor Interventions: An Analysis Through the Framework of Global Governance and Transformation of Statehood." By looking at the concept of Global Governance developed by Mark Duffield (2007) and Transformation of Statehood developed by Shahar Hameiri (2010), this research positions itself within that debate by highlighting a less-studied dimension: how the Afghan government under the Taliban strategically uses the failure of international interventions to build domestic legitimacy and reconstruct state identity. By analyzing the interaction between global pressures, conservative Islamic ideology, and local power dynamics, this research fills a gap in the literature that has not fully explained why international interventions failed to change the direction of Afghan reform, even after two decades. This research shows that global governance often doesn’t strengthen the capacity of sovereign countries, which is why reforms in Afghanistan could happen. Global governance works through a transnational network made up of donors, military actors, international organizations, and NGOs, which leaves the Afghan government with very little independence. Furthermore, in Afghanistan, international intervention changed the concept of statehood by splitting authority across different layers of government. Security responsibilities were partly handed over to the military and foreign parties, development to international institutions, and human rights governance to donor-driven institutions. As a result, Afghan state institutions couldn’t consolidate authority over local actors like religious leaders, tribal elites, and armed groups.
Kata Kunci : Afghanistan, Global Governance, Transformation of Statehood