Respon masyarakat terhadap peran politik Kyai :: Penelitian tentang respon politis masyarakat terhadap keterlibatan Kyai dalam politik di Kabupaten Rembang
QOMARIYAH, Puji, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2005 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPenelitian ini memberikan gambaran obyektif mengenai posisi, keberadaan serta pengaruh kyai terhadap perilaku berpolitik masyarakat. Kurangnya penelitian yang menyoroti grass root di tingkat lokal dan banyaknya penelitian yang selalu didominasi oleh elite-centris menjadi ide dasar dilakukannya penelitian. Penelitian ini dilakukan di daerah yang menjadi basis perkembangan politik atas nama Islam yakni di pantai utara Jawa, tepatnya di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Munculnya partai-partai Islam belakangan ini telah menimbulkan perdebatan tersendiri. Dalam pandangan sementara kalangan, fenomena itu dinilai sebagai perwujudan dari hadirnya kembali politik Islam, atau yang secara salah kaprah diistilahkan sebagai "repolitisasi Islam". Pada era reformasi dewasa ini terdapat banyak partai Islam atau partai yang berbasis dukungan umat Islam, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Umat Islam (PUI), Partai Masyumi Baru, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan (PK), Partai Nahdhatul Ummat (PNU), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kesemua partai politik itu mencoba untuk melakukan upaya penggalangan dukungan dengan melibatkan tokoh terpenting umat Islam yakni kyai. Partai politik Islam yang ada saat ini selalu berusaha untuk mengatasnamakan kyai tertentu dan mencari basis dukungan dari para kyai. Posisi kyai menjadi sangat krusial sebagai sarana untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Pada awalnya posisi kyai dalam umat Islam sangatlah penting. Kyai menjadi panutan utama masyarakat Islam di Indonesia. Bahkan ada kecenderungan kyai merupakan sebuah hukum yang wajib dipatuhi oleh umat Islam. Pada titik inilah permasalahan dalam penelitian akan muncul. Sejauh ini kyai sebagai tokoh panutan agama ternyata tidak berada dalam satu pandangan dan tindakan dalam berpolitik. Penelitian ini menemukan beberapa hal yang menarik dan menjawab hipotesis dengan benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dan teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Korelasi Product Moment, Korelasi Parsial dan Regresi. Beberapa hal yang menarik, bahwa kyai yang materialistis akan berakibat pada memudarnya kharisma, apalagi diikuti dengan semakin tingginya keterlibatan kyai dalam jabatan resmi negara dan semakin aktifnya kyai dalam kedudukannya di partai politik, akibatnya kepercayaan masyarakat terhadap kyai akan semakin rendah. Rendahnya kepercayaan pada kyai tersebut pada gilirannya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pilihan/afiliasi masyarakat pada partai politik tertentu. Hal ini terbukti dengan semakin enggannya masyarakat mengunjungi kyai atau hilangnya tradisi sowan dan memudarnya tradisi cium tangan untuk mendapatkan barokah. Ada kecenderungan dalam masyarakat yang menganggap bahwa peran kyai dan eksistensi kyai menjadi tidak penting dalam kehidupan mereka. Dalam kaitannya dengan kehidupan politik, umumnya perilaku/ sikap kyai tidak berpengaruh pada perilaku/ sikap masyarakat, termasuk dalam hal perilaku memilih parpol tertentu. Masyarakat pada umumnya menyatakan, tidak ada keuntungan yang diperoleh jika memilih parpol kyai, dan tidak ada perubahan terhadap kehidupan masyarakat. Jadi, kyai berpolitik praktis? Tidak
The reseach intention to be describe about position, existence and kyai’s influences in political-community behaviour. In fact, there are few research that design for grass root and sometimes elite-centris more dominant; from this angle/view: reseach tried to be promote phenomenons in Rembang, a residence at Central-Java province that have base political development in the name of Islam. Since 1971 till 1999, islamic parties dissapear from national politic configuration and fused in PPP; but now there are rise-up again as manifestation of return of islamicpolitical; in ordinary term we said “re-politization of Islamâ€. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Umat Islam (PUI), Partai Masyumi Baru, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan (PK), Partai Nahdhatul Ummat (PNU), Partai Amanat Nasional (PAN), and Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). All of the parties tried to get people choices, invite islamic prominent- figure: Kyai. Islamic political parties have been took Kyai’s support. Kyais be on crucial position as a medium to get people choice. At beginning, kyais have sublime-space in islamic community; kyai became prime-patron especially in Indonesia; and tend to be obligatory in islamic community. In this base point, much cases have been appear in research. So faraway, kyai as patronage in religion is not be in suit political opinions and steps. When a kyai participate with active in political; people (islamic community-red.) tend to be suspicion that kyai’s existence has became unnecessary. Usage survey method and technique sampling with Moment product correlation, Partial correlation and Regression correlation to examine hipothesis; research (observation and tracking) found attractive cases: materialistic kyais made fade-away their charisma; moreover if kyais take hold in official government, as stake-holder in political parties; finally people’s trust in kyai decrease. Decline people’s trust in their kyais, cause bring about their affiliation in certain political-parties choices is not significant. They courageous be different with kyai’s political-parties choice. Unwilling visit kyai or passed away/dissapear “sowan†tradition, take kyai’s hand to kiss in order to get kyai’s blessed with reluctanty; in fact (extreem) people consider that existence and kyai’s influences is not important in their life. In political behavior, kyais’ attitude is not influence in their behavior, included their specified-choises political parties that similar with their kyai’s. Commonly; people conclude, there are no benefit although choices the same parties (kyai’s political-parties choice. red); and no significant alteration in people life. Kyai participate in practice political? NO
Kata Kunci : Perilaku Politik,Masyarakat,Peran Kyai,materialistic, charisma, people’s affiliation in certain political-parties