Analisis Pengaruh Suhu Udara Dan Volume Kendaraan Terhadap Konsentrasi SO2, NO2, Dan CO di Kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau
Jovanka Patricia Efaprasta, Ir. Nurul Alvia Istiqomah, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM
2026 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN
Peningkatan
jumlah kendaraan bermotor di kawasan rumah sakit berpotensi menurunkan kualitas
udara ambien melalui peningkatan konsentrasi pencemar udara. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis profil konsentrasi sulfur dioksida (SO2),
nitrogen dioksida (NO2), dan karbon monoksida (CO), mengevaluasi
kesesuaiannya terhadap baku mutu udara ambien, mengkaji hubungan dan pengaruh
volume kendaraan serta suhu terhadap konsentrasi pencemar, serta memetakan
distribusi polutan di RSUD Kecamatan Mandau.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode purposive sampling berdasarkan SNI 19-7119.6-2005. Pengambilan
data dilakukan selama dua hari pada kondisi weekday dan weekend
di area masuk, drop-off, dan area keluar. Analisis data meliputi
analisis deskriptif, statistik, dan spasial menggunakan metode interpolasi
kriging pada perangkat lunak Surfer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NO? lebih tinggi pada area drop-off, sedangkan konsentrasi SO? dan CO tertinggi pada area masuk. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kendaraan yang melakukan idling saat menurunkan penumpang maupun memasuki kawasan rumah sakit. Secara temporal, konsentrasi pencemar udara cenderung meningkat pada siang hari. Seluruh parameter pencemar udara masih berada di bawah baku mutu udara ambien yang berlaku. Meskipun data tidak sepenuhnya berdistribusi normal akibat adanya outlier, hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asumsi yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa volume kendaraan dan suhu tidak berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi pencemar. Uji korelasi menunjukkan bahwa volume kendaraan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan seluruh konsentrasi pencemar, sedangkan suhu hanya menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap NO2. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan data, perbedaan variasi data yang relatif kecil, serta pengaruh emisi dari jalan utama di sekitar lokasi penelitian. Analisis spasial menunjukkan bahwa konsentrasi pencemar udara cenderung terakumulasi pada area masuk dan area drop-off. Oleh karena itu, pengelolaan sirkulasi kendaraan diperlukan untuk menjaga kualitas udara di kawasan rumah sakit.
The
increasing number of motorized vehicles in healthcare facility areas has the
potential to degrade ambient air quality through elevated pollutant
concentratons. This study aimed to analyzed the concentration profiles of
sulfur dioxide (SO2), nitrogen dioxide (NO2), and carbon
monoxide (CO), asses their compliance with ambient air quality standards,
examine the relationship and influence of traffic volume and temperature on
pollutant concentrations, and map the pollutant distribution at RSUD Kecamatan
Mandau.
This research employed a
quantitative approach using purposive sampling based on SNI 19-7119.6-2005.
Data were collected over two observation days representing weekday and weekend
condition at the entrance, drop-off, and exit areas using CO gas analyzer,
thermometer, and Impinger Gas Sampler. Data analysis included descriptive,
statistical, and spatial analysis using Surfer software with the kriging
interpolation method.
The results showed that NO2 concentrations were higher in the
drop-off area, while SO2 and CO concentrations were higher at the
entrance area. These conditions were presumed to be associated with vehicle
idling activities during passenger drop-off and while entering the hospital
area. Pollutant concentrations generally increased during daytime periods, and
all measured concentrations remained below the applicable ambient air quality
standards. Although the data were not fully normally distributed due to
outliers, classical assumption tests indicated that the regression model met
the required assumptions. Multiple linear regression analysis showed that
traffic volume and temperature had no significant effect on pollutant concentrations.
Correlation analysis showed that traffic volume was not significantly affect
pollutant concentrations, while temperature was significantly correlated only
with NO2. These findings were likely influenced by limited
observations, relatively small data variations, and emissions from the main
road surrounding the study area. Spatial analysis showed that pollutant
concentrations tended to accumulate in the entrance and drop-off areas.
Therefore, vehicle activity management is necessary to maintain air quality in
healthcare facilities.
Kata Kunci : Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Karbon Monoksida (CO), Kualitas Udara Ambien, RSUD Kecamatan Mandau, Kriging