Laporkan Masalah

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Safety Driving Pada Sopir Bus Trans Banyumas Menggunakan Teori Lawrence Green

Asri Deismawaranti, Prof. Ir. Rochim Bakti Cahyono, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, Ari Prayogo Pribadi, S.T., M.T., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyumbang angka kematian yang besar di Indonesia, termasuk pada moda transportasi umum seperti Bus Rapid Transit (BRT). Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah kecelakaan pada armada Bus Trans Banyumas yang konsisten terjadi setiap bulan dan sebagian terjadi akibat perilaku berkendara. Penerapan safety driving menjadi upaya dalam menurunkan risiko kecelakaan.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel pada faktor yang berhubungan dengan perilaku safety driving menggunakan teori Lawrence green yaitu faktor prediposising, enabling, dan reinforcing.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Tahap kuantitatif menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 85 responden sopir Bus Trans Banyumas. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Tahap kualitatif dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap 13 informan yang dipilih secara purposive sampling untuk memperdalam hasil kuantitatif. Data kualitatif dianalisis melalui proses transkripsi, pengelompokan kategori, penyusunan tema, dan interpretasi naratif.

Hasil : Sebagian besar sopir sudah menerapkan perilaku safety driving (50.59%). Pada uji bivariat menggunakan chi-square, variabel pendidikan (0.024), pengetahuan (0.038), sikap (0.001), keterampilan berkendara (0.039), SOP Perusahaan (0.037), dan Pelatihan K3 (0.040) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku safety driving (p<0>

Kesimpulan : Perilaku Safety Driving pada sopir Bus Trans Banyumas berhubungan signifikan oleh faktor predisposisi dan enabling, khususnya pengetahuan, sikap, pendidikan, keterampilan berkendara, SOP perusahaan, dan pelatihan K3. Faktor reinforcing belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik, namun tetap berperan dalam mendukung penerapan keselamatan berkendara. Meskipun sistem manajemen keselamatan dan manajemen organisasi sudah berjalan baik, perusahaan disarankan untuk meningkatkan frekuensi pelatihan berbasis simulasi praktik lapangan guna terus mengasah keterampilan psikomotorik pengemudi dalam menghadapi risiko di jalan raya.

Kata kunci : Safety driving, Bus Trans Banyumas, Lawrence Green

Objectives : Traffic accidents are one of the major contributors to deaths in Indonesia, including in public transportation modes such as Bus Rapid Transit (BRT). One case that has attracted attention is the accidents involving the Trans Banyumas Bus fleet, which occur consistently every month and are partly caused by driving behavior. The implementation of safety driving is an effort to reduce the risk of accidents.

Aims : This study aims to identify factors related to safe driving behavior using Lawrence Green's theory, which includes predisposing, enabling, and reinforcing factors.

Method : This study employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy. The quantitative phase utilized an observational design with a cross-sectional approach involving 85 Trans Banyumas bus drivers. Quantitative data collection was conducted using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate methods. The qualitative phase was conducted through field observations and interviews with 13 informants selected via purposive sampling to deepen the quantitative findings. Qualitative data were analyzed through a process of transcription, category coding, theme development, and narrative interpretation.

Result : Most drivers have already adopted safety driving behavior (50.59%). In the bivariate test using chi-square, the variables of education (0.024), knowledge (0.038), attitude (0.001), driving skills (0.039), company SOP (0.037), and K3 Training (0.040) have a significant relationship with safety driving behavior (p<0>

Conclusion : Safety Driving behavior among Trans Banyumas bus drivers is significantly related to predisposition and enabling factors, particularly knowledge, attitude, education, driving skills, company SOPs, and K3 training. Reinforcing factors have not yet shown a statistically significant relationship, but they still play a role in supporting the implementation of safe driving. Although the safety management system and organizational management are already functioning well, the company is advised to increase the frequency of simulation-based field practice training to continuously hone the drivers' psychomotor skills in facing road risks.

Keywords  :  Safety  driving,  Bus  Trans  Banyumas,  Lawrence  Green.

Kata Kunci : Kata kunci : Safety driving, Bus Trans Banyumas, Lawrence Green

  1. S2-2026-547137-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547137-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547137-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547137-title.pdf