Studi Manfaat Latihan Pemeriksaan Fisik Di Laboratorium Keterampilan Medik FK UGM Pada Mahasiswa Yang Menjalani Koassistensi
Lintong Nainggolan, dr. E. Suryadi, SU ; Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si.
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyelenggaran pendidikan latihan keterampilan medik di Laboratorium Keterampilan Medik Fakultas Kedokteran, UGM telah dimulai sejak tahun ajaran 1992/1993. Salah satu bagian dari rangkaian pendidikan keterampilan medik yang dilakukan di laboratorium keterampilan medik adalah latihan pemeriksaan fisik. Sebagian besar mahasiswa generasi pertama dan kedua telah menjalani koasistensi di RSUP. Sardjito. Sampai saat ini baru dilakukan evaluasi pelaksanaan pendidikan keterampilan medik (Prabandari, 1997) namun jumlah sujek penelitian kecil sehingga disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut. Untuk itu perlu diteliti peranan latihan keterampilan medik tersebut bagi mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan pemeriksaan fisik dan manfaatnya sewaktu menjalani koas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan peningkatan keterampilan pemeriksaan fisik dan perbandingan manfaat latihan pemeriksaan fisik antara mahasiswa angkatan 1992/sesudahnya mendapat latihan pemeriksaan fisik di laboratorium keterampilan dan PKMT) dengan mahasiswa angkatan 1991/sebelumnya (mendapat latihan pemeriksaan fisik melalui Panum atau PKMT saja). Mahasiswa yang terpilih menjadi subjek 45 orang; 24 subjek mahasiswa angkatan 1992/sesudahnya dan 21 subjek mahasiswa angkatan 1991/sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan rancangan post test only with equivalen group. Cara penelitian adalah dengan membagikan kuesioner berstruktur pada kedua kelompok responden yang telah melewati, atau sudah menjalani sebanyak 75% Stase: Mata, Saraf, Bedah, THT dan Obsgyn. Data yang masuk dianalisis dengan uji Mann-Whitney (?= 0,05). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna peningkatan keterampilan pemeriksaan fisik antara kedua kelompok responden yang dibandingkan. Sedangkan hasil uji terhadap perbandingan manfaat latihan pemeriksaan fisik menunjukkan pada stase mata, saraf, THT, dan obsgyn terdapat berbedaan bermakna anatara kedua kelompok responden, sedangkan pada stase bedah tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan keterampilan pemeriksaan fisik antara mahasiswa yang mendapat latihan pemeriksaan fisik di laboratorium keterampilan dan PKMT dengan mahasiswa yang mendapat Latihan pemeriksaan fisik melalui Panum atau PKMT saja, pada kelima stase yang diteliti. Terdapat perbedaan manfaat Latihan pemeriksaan fisik di laboratorium keterampilan medik dan PKMT dengan mahasiswa yang mendapat Latihan pemeriksaan fisik melalui Panum atau PKMT saja pada stase: Mata, saraf, THT, dan Obsgyn. Sedangkan pada stase bedah tidak didapatkan perbedaan manfaat Latihan pemeriksaan fisik yang bermakna.
Kata Kunci : pemeriksaan fisik