Laporkan Masalah

Penguatan Kapasitas Advokasi Guru Sekolah Dasar dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR)

Rifa Rihadatul Hanifah, Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA; dr. Likke Prawidya Putri, MPH, Ph.D

2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Latar Belakang: Di Indonesia, penyakit gigi dan mulut masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dan berdampak pada kualitas hidup serta proses belajar siswa. Pelaksanaan program kesehatan di sekolah masih sering bergantung pada dukungan layanan kesehatan eksternal sehingga belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, guru memiliki posisi strategis sebagai advokat kesehatan di sekolah, meskipun kapasitas advokasi guru dalam menyuarakan masalah kesehatan, menggerakkan stakeholder, dan mendorong pengembangan program kesehatan sekolah masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas advokasi guru untuk mengoptimalkan perannya dalam mendukung pengembangan program kesehatan berbasis sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas advokasi guru sekolah dasar dalam upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut di sekolah.

Methods: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang berlokasi di SDN 1 Jebugan Klaten. Subjek penelitian terdiri dari 11 guru sekolah dasar dan 1 kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara dan workshop partisipatif yang mencakup identifikasi masalah, problem tree analysis, analisis stakeholder, dan penyusunan rekomendasi program kesehatan sekolah.

Results: Melalui proses PAR, guru menunjukkan pemahaman kesehatan dasar dan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan gigi yang terjadi di sekolah beserta faktor penyebabnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perilaku siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh keterbatasan sistem dan program kesehatan sekolah. Proses refleksi mendorong munculnya kesadaran bahwa sekolah memiliki kapasitas dan tanggung jawab untuk berperan lebih aktif dalam mengelola kesehatan siswa. Kesadaran tersebut diwujudkan melalui berbagai usulan pengembangan program kesehatan berbasis sekolah sebagai langkah menuju kemandirian sekolah dalam pengelolaan kesehatan siswa.

Conclusion: PAR membantu guru bergerak dari mengenali masalah kesehatan gigi dan mulut menuju kesadaran bahwa sekolah perlu mengambil peran yang lebih aktif dalam mengelola kesehatan siswa melalui pengembangan program kesehatan berbasis sekolah dan kolaboran dengan berbagai stakeholder. 

Background: Oral diseases remain a significant health problem among school-aged children in Indonesia, affecting both quality of life and learning performance. School health programs continue to rely heavily on external health services, limiting their sustainability and effectiveness. In this context, teachers occupy a strategic position as health advocates within schools. However, their capacity to raise health issues, mobilize stakeholders, and promote the development of school health programs remains limited. Therefore, strengthening teachers’ advocacy capacity is essential to optimize their role in supporting the development of school-based health programs. This study aimed to identify the advocacy capacity of primary school teachers in supporting oral health improvement in schools.

Methods: This qualitative study employed a Participatory Action Research (PAR) approach and was conducted at SDN 1 Jebugan, Klaten. Participants consisted of 11 primary school teachers and one school principal. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, and participatory workshops involving problem identification, problem tree analysis, stakeholder analysis, and the development of recommendations for school health programs.

Results: Through the PAR process, teachers demonstrated a basic understanding of oral health and were able to identify oral health problems among students as well as their underlying causes. The findings revealed that these problems were influenced not only by students’ behaviors but also by limitations in the school health system and existing health programs. The reflection process fostered an awareness that schools possess both the capacity and responsibility to play a more active role in managing student health. This awareness was reflected in the development of various recommendations for school-based health programs aimed at strengthening schools’ capacity to manage student health more independently.

Conclusion: PAR enabled teachers to move beyond merely recognizing oral health problems toward realizing the need for schools to take a more active role in managing student health. The approach facilitated the development of school-based health program initiatives and encouraged collaboration with relevant stakeholders to support more sustainable school health management.

Kata Kunci : Advokasi Guru, Program Kesehatan Berbasis Sekolah, Kesehatan Gigi dan Mulut, Participatory Action Research

  1. S2-2026-545341-abstract.pdf  
  2. S2-2026-545341-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-545341-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-545341-title.pdf