Laporkan Masalah

Kerjasama Indonesia-Australia pada Sektor Perdagangan Ternak Hidup dan Daging Sapi pada Tahun 2018-2022

Safira Nur Lathifah Eka Murti, Dr. Muhammad Rum, S.I.P., I.M.A.S.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini berjudul "Kerjasama Indonesia-Australia pada Sektor Perdagangan Ternak Hidup dan Daging Sapi pada Tahun 2018-2022." Tesis ini bertujuan untuk menganalisis mengapa pemerintah Indonesia berhasil melakukan normalisasi perdagangan hewan ternak dan daging sapi dengan Australia pasca krisis perdagangan pada tahun 2011 yang dipicu oleh penayangan program A Bloody Business oleh Australian Broadcasting Corporation (ABC). Krisis tersebut menyebabkan penghentian sementara ekspor sapi hidup Australia terkais isu kesejahteraan hewan atau animal welfare. Kondisi ini tidak hanya mengganggu perdagangan bilateral, tetapi juga menguji ketahanan hubungan ekonomi kedua negara yang saling bergantung dalam sektor peternakan dan pangan. Tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekaran studi kasus. Data diperoleh melalui studi pustaka dari dokumen pemerintah, laporan organisasi internasional, publikasi akademik, data perdagangan, serta pemberitaan media yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengkaji faktor eksternal, faktor internal, dan rezim perdagangan yang memengaruhi proses normalisasi hubungan perdagangan Indonesia-Australia. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan normalisasi perdagangan didorong oleh kombinasi adaptasi kebijakan domestik Indonesia terhadap standar kesejahteraan hewan, implementasi mekanisme pengawasan rantai pasok seperti Exporter Supply Chain Assurance System (ECSAC), diplomasi ekonomi yang pragmatis, serta tingginya interdependensi ekonomi antara Indonesia dan Australia. Tesis ini menyimpulkan bahwa normalisasi perdagangan tidak semata-mata ditentukan oleh kepentingan ekonomi, namun juga kemampuan Indonesia dalam menyesuaikan kepentingan nasional tanpa mengorbankan hubungan bilateral yang strategis.

This thesis is titled “Indonesia-Australia Cooperation in the Live Cattle and Beef Trade Sector from 2018 to 2022.” This thesis aims to analyze why the Indonesian government succeeded in normalizing trade in livestock and beef with Australia following the 2011 trade crisis triggered by the broadcast of the program “A Bloody Business” by the Australian Broadcasting Corporation (ABC). The crisis led to a temporary suspension of Australian live cattle exports due to animal welfare concerns. This situation not only disrupted bilateral trade but also tested the resilience of the economic relationship between the two countries, which are interdependent in the livestock and food sectors. This thesis employs a qualitative research method using a case study approach. Data were obtained through a literature review of government documents, reports from international organizations, academic publications, trade data, and relevant media coverage. The analysis examines external factors, internal factors, and the trade regime that influence the process of normalizing Indonesia-Australia trade relations. The results of the analysis indicate that the success of trade normalization was driven by a combination of Indonesia’s adaptation of domestic policies to animal welfare standards, the implementation of supply chain oversight mechanisms such as the Exporter Supply Chain Assurance System (ECSAC), pragmatic economic diplomacy, and the high level of economic interdependence between Indonesia and Australia. This thesis concludes that trade normalization is not solely determined by economic interests but also by Indonesia’s ability to align its national interests without sacrificing strategic bilateral relations.

Kata Kunci : Indonesia-Australia, Perdagangan daging sapi, Normalisasi perdagangan, Kesejahteraan hewan, Ekonomi politik internasional

  1. S2-2026-524773-abstract.pdf  
  2. S2-2026-524773-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-524773-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-524773-title.pdf