Pengaruh Kesiapan Teknologi Dan Motivasional Internal Terhadap AI Adoption Pada Mahasiswa Akuntansi: Peran Mediasi AI Readiness
Ni Putu Fiona Adys Citradewi, Prof. Sony Warsono, MAFIS., Ph.D., Ak., CA.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi
Perkembangan
teknologi kecerdasan buatan (AI) menuntut mahasiswa akuntansi memiliki
kompetensi digital yang tinggi, namun adopsi AI di kalangan mahasiswa masih
menunjukkan kualitas yang tidak merata dan pemanfaatan yang cenderung dangkal.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi AI readiness dalam
hubungan antara technology readiness, self-determination, dan AI adoption.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 130
mahasiswa akuntansi di Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling
dan data dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Hasil
menunjukkan AI readiness secara signifikan memediasi pengaruh dimensi
optimisme dan inovasi terhadap adopsi AI secara positif, sedangkan dimensi
ketidaknyamanan dan ketidakamanan menunjukkan efek mediasi negatif. AI
readiness juga terbukti memediasi hubungan antara dimensi otonomi, kompetensi,
dan keterhubungan dengan adopsi AI. Selain itu, ditemukan pengaruh langsung dan
positif yang sangat kuat dari AI readiness terhadap adopsi AI (? = 0,722), yang
menjadi faktor paling dominan dalam model. Selanjutnya, pada hasil Multi
Group Analysis (MGA) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada
jalur hubungan antar variabel antara mahasiswa jenjang sarjana dan
pascasarjana, yang mengindikasikan konsistensi fenomena adopsi AI di berbagai
tingkat pendidikan akuntansi. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan Technology
Readiness Index (TRI) dan Self-Determination Theory (SDT) untuk
menjelaskan peran faktor teknis dan psikologis dalam membentuk perilaku adopsi AI.
Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi institusi pendidikan tinggi untuk
menerapkan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan kesiapan teknis dan
motivasi internal mahasiswa dalam menghadapi transformasi AI pada profesi
akuntansi.
The
development of artificial intelligence (AI) technology requires accounting
students to possess high digital competence. However, AI adoption among
accounting students still shows uneven quality and tends to be superficial.
This study aims to examine the mediating role of AI readiness in the
relationship between technology readiness, self-determination, and AI adoption.
A quantitative approach with a survey design was employed, involving 130
accounting students in Indonesia selected through purposive sampling, and the
data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling
(PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results show that AI readiness significantly
mediates the influence of the optimism and innovativeness dimensions on AI
adoption in a positive direction, whereas the discomfort and insecurity
dimensions show a negative mediating effect. AI readiness was also found to
mediate the relationship between the autonomy, competence, and relatedness
dimensions and AI adoption. Furthermore, AI readiness was found to have a very
strong, direct, and positive effect on actual AI adoption (? = 0.722), making
it the most dominant factor in the model. The Multiple Group Analysis (MGA)
results indicate no significant differences in the relationship paths between
undergraduate and postgraduate accounting students, suggesting that this AI
adoption phenomenon is consistent across different levels of accounting
education. Theoretically, this study integrates the Technology Readiness Index
(TRI) and Self-Determination Theory (SDT) to explain the role of technical and
psychological factors in shaping technology adoption behavior. These findings
have practical implications for higher education institutions to adopt a
comprehensive approach that integrates students' technical readiness and
internal motivation in preparing them for the AI transformation in the
accounting profession.
Kata Kunci : Adopsi AI, Kesiapan AI, Self-Determination Theory, Kesiapan Teknologi, Mahasiswa Akuntansi.