Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik di RS. M. Djamil Padang
DEVI OLIVIA, Ir. Adhistya Erna Permanasari, ST,MT,Ph.D; Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.HlthInfo
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar
belakang: Transformasi sistem kesehatan melalui UU No. 17 Tahun 2023
dan PMK No. 24 Tahun 2022 mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan
menyelenggarakan rekam medis elektronik (RME). RME sebagai bagian dari Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diharapkan mampu mendukung integrasi
pelayanan, kualitas informasi, efisiensi kerja, dan pengambilan keputusan.
Keberhasilan implementasi RME perlu dinilai melalui kesesuaian aspek human,
organization, dan technology terhadap kebermanfaatan sistem.
Penelitian ini juga menelaah hambatan implementasi dan saran perbaikan agar
hasil evaluasi tidak hanya menggambarkan hubungan statistik tetapi juga
kebutuhan pengguna di lapangan.
Metode:
Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan desain survei analitik observasional dan pendekatan cross-sectional.
Penelitian dilakukan di RS M. Djamil pada Januari - Maret 2026. Sampel
berjumlah 289 tenaga kesehatan pengisi RME dari berbagai profesi yang dipilih
menggunakan stratified random sampling. Variabel independen meliputi human,
organization, dan technology sedangkan variabel dependen adalah
kebermanfaatan RME. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1 - 4
yang disusun peneliti dan telah reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha
0,743. Kuesioner juga dilengkapi pertanyaan terbuka untuk menggali hambatan dan
saran responden. Jawaban terbuka dianalisis melalui pengkodean, pemaknaan,
sintesis tema berdasarkan HOT-Fit serta klarifikasi kepada SIMRS. Analisis
kuantitatif dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Spearman,
dan multivariat menggunakan regresi linear berganda.
Hasil:
Responden didominasi perempuan
mayoritas berprofesi sebagai perawat dan memiliki masa kerja cukup lama
sehingga telah terbiasa menggunakan RME. Persepsi responden terhadap human,
organization, technology, dan kebermanfaatan RME berada pada
kategori sedang. Hasil uji simultan menunjukkan human, organization,
dan technology berpengaruh signifikan terhadap kebermanfaatan RME
(F=298,199; p=0,0001). Secara parsial human (p=0,0001) dan technology
(p=0,003) berpengaruh signifikan sedangkan organization tidak
berpengaruh signifikan (p=0,690). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,756
menunjukkan ketiga variabel menjelaskan 75,6% variasi kebermanfaatan RME.
Meskipun hasil pertanyaan tertutup menunjukkan persepsi cukup baik, pertanyaan
terbuka yang diklarifikasi kepada SIMRS mengungkap hambatan terutama pada aspek
technology yaitu jaringan, kelengkapan fitur, integrasi data, perangkat,
pemahaman pengguna, sosialisasi, dan koordinasi antarprofesi.
Kesimpulan:
Prioritas perbaikan implementasi RME
sebaiknya difokuskan pada penguatan aspek teknologi, khususnya stabilitas
jaringan, ketersediaan komputer, dan keandalan sistem. secara statistik faktor
organisasi tidak terbukti berpengaruh langsung atau kuat terhadap manfaat RME
dalam model penelitian namun, perbaikan teknologi tersebut memerlukan dukungan
kebijakan organisasi dalam bentuk perencanaan anggaran, penyediaan sarana,
pemeliharaan infrastruktur, dan monitoring berkala.
Background:
Health system transformation through
Law No. 17 of 2023 and Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 encourages
all health care facilities to implement electronic medical records (EMR). EMR
as part of the Hospital Management Information System (HMIS) are expected to
support service integration, information quality, work efficiency, and
decision-making. The success of EMR implementation needs to be assessed through
the fit between human, organization, and technology aspects and the perceived
benefits of the system. This study also examined implementation barriers and
improvement recommendations to ensure that the evaluation findings reflect not only
statistical relationships but also user needs in practice.
Methods:
This was a quantitative study using
an observational analytic survey design with a cross-sectional approach. The
study was conducted at RS M. Djamil from January to March 2026. A total of 289
health care professionals who completed EMR documentation from various
professions were selected using stratified random sampling. The independent
variables were human, organization, and technology, while the dependent
variable was the perceived benefit of EMR. Data were collected using a
researcher-developed Likert-scale questionnaire ranging from 1 to 4, which was
reliable with a Cronbach’s Alpha value of 0.743. The questionnaire also
included an open-ended question to explore respondents’ barriers and
suggestions. Open-ended responses were analyzed through coding, meaning
interpretation, thematic synthesis based on the HOT-Fit framework, and
clarification with the HMIS unit. Quantitative data were analyzed using
univariate analysis, Spearman correlation, and multiple linear regression.
Results:
Most respondents were female, the
majority were nurses, and many had long work experience, indicating familiarity
with EMR use. Respondents’ perceptions of human, organization, technology, and
EMR benefits were in the moderate category. The simultaneous test showed that
human, organization, and technology had a significant effect on EMR benefits
(F=298.199; p=0.0001). Partially, human (p=0.0001) and technology (p=0.003) had
significant effects, while organization was not significant (p=0.690). The
coefficient of determination was 0.756, indicating that the three variables
explained 75.6% of the variation in EMR benefits. Although the closed-ended
responses indicated relatively good perceptions, the open-ended responses
clarified with the HMIS unit revealed barriers, particularly in the technology
aspect, including network access, feature completeness, data integration,
device availability, user understanding, socialization, and interprofessional
coordination.
Conclusion: The priority for improving EMR implementation should
be focused on strengthening the technological aspect, particularly network
stability, computer availability, and system reliability. Statistically, the
organizational factor was not proven to have a direct or strong influence on
EMR benefits in the research model. However, technological improvements still
require organizational policy support through budget planning, facility
provision, infrastructure maintenance, and regular monitoring.
Kata Kunci : Rekam Medis Elektronik, Human, Organization, Technology, Net Benefit