Laporkan Masalah

Variasi Penerjemahan Onomatope Bahasa Prancis ke dalam Bahasa Indonesia pada Komik Les Aventures de Tintin Karya Hergé dan Implikasinya

Arviani Fayzaila Ramadhanti, Dr. Hayatul Cholsy, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini berfokus pada pengaruh substitusi budaya terhadap kemunculan variasi penerjemahan onomatope bahasa Prancis ke dalam bahasa Indonesia pada komik. Sumber data penelitian terdiri atas 1358 pasang onomatope yang diperoleh dari komik Les Aventures de Tintin dan komik Petualangan Tintin melalui teknik simak dan catat pada seluruh edisi komik sebanyak 23 judul. Data-data kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, onomatope diklasifikasikan berdasarkan sumber bunyinya, yaitu bunyi objek, bunyi manusia, bunyi hewan, dan bunyi alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan kamus khusus onomatope sebagai sumber rujukan yang sistematis berkaitan erat dengan proses penerjemahan onomatope untuk mencapai kesepadanan representasi bunyi pada kedua bahasa. Berbeda halnya dengan bahasa Prancis yang telah memiliki Nouveau Dictionnaire des onomatopées (2024) sebagai acuan, terbatasnya pendokumentasian onomatope secara resmi dalam bahasa Indonesia tercermin pada strategi penerjemahan yang digunakan, yaitu didominasi oleh strategi domestikasi (72%), kemudian diikuti dengan strategi hibridisasi (20%) dan strategi foreignisasi (8%). Temuan penelitian ini selanjutnya menunjukkan bahwa pemilihan strategi penerjemahan onomatope tidak hanya berperan dalam proses pengalihan representasi bunyi, melainkan juga berimplikasi terhadap pengelolaan unsur budaya bunyi dan peningkatan kualitas hasil terjemahan yang mempengaruhi pengalaman membaca pembaca bahasa sasaran.

This study focuses on the influence of cultural substitution on the emergence of translation variations in the rendering of French onomatopoeia into Indonesian in comics. The data consist of 1,358 pairs of onomatopoeic expressions collected from Les Aventures de Tintin and its Indonesian translation, Petualangan Tintin, through observation and note-taking techniques across all 23 volumes of the comic series. The data were analyzed using a qualitative approach and a descriptive-comparative method. In this study, the onomatopoeic expressions were classified according to their sound sources, namely object sounds, human sounds, animal sounds, and natural sounds. The findings of this study indicate that the availability of a specialized onomatopoeia dictionary as a systematic reference source is closely associated with the process of translating onomatopoeia to achieve equivalence in sound representation across the two languages. While French has Nouveau Dictionnaire des onomatopées (2024) as an established reference, the limited official documentation of onomatopoeia in Indonesian is reflected in the translation strategies employed, with domestication emerging as the dominant strategy (72%), followed by hybridization (20%) and foreignization (8%). The findings further demonstrate that the selection of onomatopoeia translation strategies not only plays a role in transferring sound representations between languages but also has implications for the management of sound-related cultural elements and the enhancement of translation quality, which in turn shapes the reading experience of target-language readers.

Kata Kunci : adaptasi budaya, komik Tintin, onomatope, strategi penerjemahan, variasi penerjemahan

  1. S2-2026-541114-abstract.pdf  
  2. S2-2026-541114-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-541114-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-541114-title.pdf