Laporkan Masalah

Pengaruh pola/asuh orangtua terhadap gangguan perkembangan psikis anak di Kelompok Bermain Dian Gitaya Yogyakarta

Lily Runtuwene, dr. Sunartini Iman, DSAK, Ph.D. ; dr. Moetrarsi Firngadi, DTM&H, DAJ

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Perkembangan anak dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor vyang berasal dari dalam diri (genetik) maupun dari luar diri (biopsikososial). Interaksi antar faktor ini membentuk kepribadian anak vang kemudian akan tampak dalam sikap serta tingkahlakunya. Pola asuh orangtua merupakan suatu cara dalam mendidik anak. Pecla asuh menurut Baumrind dibagi menjadi tiga yaitu autoritatif, autoritarian dan permisif. Pola asuh ini akan mempengaruhi perkembangan psikis anak terutama pada tahun-tahun pertama kehidupan anak (formative years). Oleh karena itu pola asuh yang salah merupakan faktor resiko terjadinya gangguan perkembangan psikis anak. Menurut Baumrind, pola asuh auntoritarian akan membentuk anak dengan konflik dan iritabel. Pola asuh autoritatif akan membentuk tingkah laku anak yang mwandiri dan semangat, sedang pola asuh permisif akan membentuk anak yang agresif dan impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh pola asuh orangtuza terhadap gangguan perkembangan psikis anak, karena pola asuh tertentu akan mempengaruhi perkembangan psikis anak. Data penelitian diperoleh dari orangtua murid kelompok bermain Dian Gitaya Yogyakarta sejumlah 45 responden. Dan data ini diolah serta dianalisa dengan uji Chi Square dan Resiko Relatif Dari 45 responden, yang memenuhi kriteria sebanyak 43 (95,56%) sedangkan 2 responden (4,44%) dinyatakan gugur. Distribusi pola asuh didapat pola asuh authoritarian (66,98%), pola asuh autoritatif (83,72%) dan pola asuh permisif (9,30%). Frekuensi cemas berpisah 17,65% (7 responden), frekuensi ganggusan hiperaktif 25,58% (11 responden) dan frekuensi gangguan provokatif oposisional (agresifitas) 9,30% (4 responden). Dengan uji Chi Square untuk gangguan cemas dengan pola asuh autoritarian didapat x2= 2,69 ; p > 0,05 , gangguan provokatif oposisional (agresifitas) x2= 0,21 ; p > 0,05 dan hiperaktif x2=0,002 ; p > 0,05. Untuk gangguan hiperaktif dengan pola asuh permisif x2= 1,10 ; p > 0,05 dan gangguan cemas berpisah x2=0,05. Gangguan cemas berpisah dengan pola asuh autoritatif x2=6,98 ; p < 0,05 , hiperaktif x2=2,62 ; p > 0,05 dan provokatif oposisional x2=1,45 ; p » 0,05. Dari data diatas diketahui bahwa hanya pola asuh autoritatif yang berpengaruh terhadap gangguan cemas berpisah , sedang yang lain tidak ada pengaruhnya. Tapi dengan analisis Resiko Relatif (RR) pola asuh autoritarian dan pola asuh permisif merupakan faktor resiko terjadinya gangguan perkembangan psikis anak, sedangkan pola asuh autoritatif bukan merupakan faktor resiko.

Kata Kunci : pola asuh, anak, gangguan perkembangan psikis

  1. S1-FKU-1996-LilyRuntuwene-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1996-LilyRuntuwene-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1996-LilyRuntuwene-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1996-LilyRuntuwene-Title.pdf