Peranan Lingkar Lengan Atas dan Tinggi Fundus Uteri Untuk Deteksi Bayi Berat Lahir Rendah
Kurniadinata, Dr. H. Risanto Siswosudarmo ; Dr. Achmad Djunaidi, S.U.
1992 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPersoalan pokok pada bayi berat lahir rendah (bayi BLR) adalah anghka kematian perinatal yang tinggi dibandingkan angka kematian perinatal pada bayi normal. Dalam masa neonatal dini timbul masalah-masalah yang khusus untuk pengelolaan klinisnya seperti hipoglikemi, resiko infeksi yang bertambah besar dan kesulitan mempertahankan suhu tubuh yang normal. Penelitian ini bermaksud mengadakan tinjauan seberapa jauh kegunaan pengukuran tinggi fundus uteri dan lingkar lengan atas ibu sebagai cara mendeteksi bayi BLR. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode potong lintng. Subyek penelitian adalah ibu-ibu yang akan melahirkan dengan masa kehamilan lebih atau sama dengan 37 minggu, tanpa komplikasi kehamilan. Variabel terikat adalah berat bayi baru lahir dan sebagai variabel bebas adalah tinggi fundus uteri dan lingkar lengan atas. Data yang diperoleh dianalisa secara kuadrat untuk melihat sensitifitas, spesifitas, nilai ramal positif, fals positive, flas negative dan secara analisa korelasi Pearson untuk melihat keeratan hubungan berat bayi baru lahir dengan tinggi fundus uteri dan lingkar lengan atas. Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna secara statistik antara tinggi fundus uteri sengan berat bayi baru lahir (n = 361, r = 0,354, p<0,01). Tinggi fundus dibawah presentil ke 10 sebagai alat deteksi bayi BLR mempunyai sensitifitas 63 % dan spesifitas 97 %. LLA sebagai alat deteksi bayi BLR memiliki sensitifitas yang sama dengan tinggi fundus uteri tetapi spesifitas hanya 62 % dan hubungannya dengan berat bayi baru lahir secara statistik tidak bermakna (n = 261, r = 0,061, p > 0,05).
Kata Kunci : BBLR, Lingkar lengan atas, tinggi fundus uteri