Konfli Etnis :: Studi tentang penyebab dan pengelolaan konflik etnis di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur
NISLAKA, Johanis, Drs. Haryanto, MA
2005 | Tesis | S2 Ilmu PolitikSeiring terjadinya liberalisasi Politik Indonesia pada penggalan tahun 1994 keatas. yang diwarnai berbagai konflik horizontal dan vertikal yang berdampak pada gejala menghilangnya rasa saling percaya tergadaikan oleh sikap saling curiga antar etnis dan agama dalam interaksi sosialnya, dan olehnya mengacam proses membingkai integrasi nasional Indonesia, kabupaten Ende juga mengalami sejumlah kontlik berbasis etnis dan agama pada penggalan tahun 1994—2OO3 yang melahirkan sikap saling duriga antar enis pribumi terhadap etnis pendatang yang jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan konflik laten dan terbuka, dengan aCUan pertanyaan faktor—faktor apa yang menyebabkan konflik etnis dan agama di Kabupaten Ende, dengan dua tujuan penelitian pertamaa, faktor apa yang menyebabkan konflik kedua bagaimana pengelolaan konflik olel intitusi pemerintah agama dan adat sebagai Institusi di Kabupaten Ende Hasil penelitian membuktikan bahwa ternyata konflik etnis di Kabupaten Ende tidak muncul secara kebetulan. Tetapi ada prakondisi yang mendahuluinva sebagai konflik laten melalui isu etnis dan agama. karena keintiman hubungan agama dan etnis di Kabupaten Ende sangat longgar. kecuali ada keintiman karena sedarah melalui perkawinan. adanya upaya saling merebut pengikut dan posisi kekuasaan melalui pemanfaatan isu etnis dan agama. ada ketidak merataan ekonomi dan kecemburuan sosial antara etnispribumi dan pendatang, yang didukung oleh adanya perubahan sistem politik nasional. konflik di Kabupaten Ende di kelola melalui pelibatan elit pemerintah daerah. agama. dan adat bersama komponen masyarakat adat dan agama melalui pemanfaatan mekanisme institusi adat, agama. dan pemerintah Kabupaten Ende melalui wadah Forum Komunikasi Antar Umat Beragama. Festifal budaya asli Ende—Lio dengan melibakan etnis lain,halal-bihalal, Natal hersama. penyelenggaraan MTQ/STQ dengan melibatkan agama lain, pertukaran khothah antara Pastor dengan Pendeta di kalangan Gereja Katolik dan Protestan, dan penjagaan keamanan penyelenggaraan peringatan hari besar keagamaan dengan melibatkan generasi muda lintas agama dan etnis. merupakan upaya konstruktif yang efektif dalam meredam konflik etnis dan agama di Kabupaten Ende. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa masyarakat Kabupaten Ende memiliki mekanisme adat dan agama yang cukup ampuh dalam mengelola konflik etnis dan aganm. sehingga disarankan agar Negara dalam mengelola konflik di Kabupaten Ende perlu melibatkan unsur agama dan ada
Kata Kunci : Manajemen Konflik,Konflik Etnis,Upaya Pemda