Analisis Kelayakan Teknis, Keberlanjutan Lingkungan, dan Ekonomi Silika Geothermal Sebagai Substitusi Semen dalam Pembuatan Paving block: Pendekatan Optimasi Response Surface Methodology
Muhammad Salman, Ir. Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN
Industri semen merupakan salah satu sektor yang bertanggung
jawab atas 7–9% total emisi CO? antropogenik dunia. Di sisi lain, operasional
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia menghasilkan limbah
silika silika geothermal dalam jumlah besar belum termanfaatkan
secara optimal. PLTP Karaha Bodas menghasilkan 16–18 ton per tahun endapan
silika yang seluruhnya masih menjadi beban lingkungan.
Penelitian ini mengkaji silika geothermal
dari PLTP Karaha sebagai substitusi semen portland dalam pembuatan paving
block dengan variasi silika 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Karakterisasi
material dilakukan melalui pengujian X-Ray Diffraction (XRD) dan Energy
Dispersive X-Ray (EDX) guna memverifikasi reaktivitas pozzolan. Pengujian
teknis meliputi kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari, ketahanan aus, serta daya
serap air. Analisis keberlanjutan lingkungan mencakup embodied carbon
menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) gate-to-gate,
embodied energy, eco strength efficiency, dan sustainability index.
Analisis ekonomi membandingkan biaya produksi dan efisiensi biaya per kuat
tekan terhadap semen portland dan silica fume. Optimasi menggunakan Response
Surface Methodology (RSM) menggunakan Optimal Composite Design (OCD)
pada pengujian performa teknis dan keberlanjutan lingkungan.
Karakterisasi EDX mengonfirmasi kandungan SiO?
mencapai 95,82%, yang memenuhi kriteria pozzolan sesuai ASTM C618 serta uji XRD
yang menunjukkan kristalinitas struktur amorf pada kandungan silila silika
geothermal. Pada substitusi 20%, paving block menghasilkan kuat
tekan maksimum sebesar 42,60 MPa, ketahanan aus rata-rata 0,096 mm/menit, dan
daya serap air 5,88%, secara keseluruhan memenuhi klasifikasi mutu B SNI
03-0691-1996 yang layak digunakan sebagai area parkir. Pada aspek keberlanjutan
lingkungan, substitusi 20% silika silika geothermal mampu mereduksi emisi
CO2 sebesar 17,79?n energi sebesar 16,97% dibandingkan paving
block berbasis semen Portland. Secara ekonomi, menghasilkan penghematan
biaya produksi sebesar 5,77% per m³ dan meningkatkan efisiensi biaya terhadap
kekuatan sebesar 40%. Hasil optimasi menetapkan kadar 20% sebagai formulasi
dengan nilai desirability sebesar 0,825 dan tingkat error di
bawah 5%. Hal ini membuktikan silika dengan kadar 20% memiliki kelayakan yang
baik sebagai substitusi semen.
The
cement industry accounts for approximately 7–9% of global anthropogenic CO?
emissions. In parallel, the operation of Geothermal Power Plants (PLTP) in
Indonesia generates substantial quantities of geothermal silica waste that
remain underutilized. The PLTP Karaha Bodas facility alone produces 16–18 tons
of silica sediment per year, all of which currently constitutes an
environmental burden.
This
study investigates geothermal silica from PLTP Karaha as a partial substitute
for Portland cement in paving block production, with silica substitution levels
of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Material characterization was conducted through
X-Ray Diffraction (XRD) and Energy Dispersive X-Ray (EDX) analyses to verify
pozzolanic reactivity. Technical performance evaluations include compressive
strength at 7 and 28 days of curing, abrasion resistance, and water absorption.
Environmental sustainability analysis encompasses embodied carbon using a Life
Cycle Assessment (LCA) gate-to-gate approach, embodied energy, eco strength
efficiency, and sustainability index. Economic analysis compares production
costs and cost efficiency per unit of compressive strength relative to Portland
cement and silica fume. Optimization was performed using Response Surface
Methodology (RSM) employing Optimal Custom Design (OCD) for technical
performance and environmental sustainability responses.
XRD characterization confirmed an amorphous structure with a SiO? content of 95.82%, satisfying the pozzolan criteria stipulated in ASTM C618. At 20% substitution, paving blocks achieved a maximum compressive strength of 42.60 MPa, an abrasion resistance of 0.096 mm/min, and a water absorption rate of 5.88%, collectively meeting the B-grade quality classification under SNI 03-0691-1996, which is applicable for parking use. From an environmental standpoint, the 20% geothermal silica substitution reduced CO? emissions by 17.79% and energy consumption by 16.97% compared to Portland cement-based paving blocks. Economically, it achieved a production cost saving of 5.77% per m³ and enhanced cost-to-strength efficiency by 40%. Optimization results identified a 20% substitution level as the optimal formulation, with a desirability value of 0.825 and a target error below 5%. These findings confirm that geothermal silica at a 20% substitution level constitutes a technically, economically efficient, and environmentally responsible alternative to Portland cement.
Kata Kunci : Silika geothermal, Paving block, Substitusi Semen, Keberlanjutan Lingkungan, Reponse Surface Methodology