Laporkan Masalah

Determinan Kegagalan ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-5 Bulan di Indonesia: Analisis Multilevel SSGI 2024

GRISHELLA DIANDRA SALSABILA, Dr. rer. Nat. dr. BJ. Istiti Kandarina, FISPH, FISCM; Dr. dr. Prima Dhewi Ratrikaningtyas, M. Biotech

2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Global Breastfeeding Collective (GBC) menargetkan bahwa 70?yi di seluruh dunia harus mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2030. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kegagalan ASI eksklusif berdampak luas bagi kesehatan anak, antara lain meningkatnya risiko diare, infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, hingga risiko kematian pada bayi terutama usia di bawah enam bulan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor pada tingkat individu bayi, ibu, rumah tangga, maupun wilayah, sehingga perlu diidentifikasi untuk mendukung upaya peningkatan praktik ASI eksklusif.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia menggunakan analisis multilevel berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan data SSGI 2024. Subjek merupakan bayi berusia 0-5 bulan. Analisis dilakukan dengan pendekatan Generalized Linear Mixed Model (GLMM), yaitu memasukkan variabel pada tingkat individu, rumah tangga dan wilayah sebagai fixed effects, serta menyertakan komponen random effects pada tingkat rumah tangga dan wilayah agar dapat memperoleh model prediktor kegagalan ASI eksklusif yang paling sesuai.

Hasil: Jumlah sampel yang dianalisis adalah 14.444. Prevalensi kegagalan ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia sebesar 35,24%. Faktor yang meningkatkan risiko kegagalan ASI eksklusif meliputi usia bayi, BBLR, tidak dilakukannya IMD, riwayat sakit, pekerjaan ibu, status sosioekonomi, jumlah anggota rumah tangga, usia ibu saat hamil, serta wilayah (perkotaan/perdesaan). Sementara itu, pendidikan ibu dan jarak kehamilan berhubungan dengan penurunan risiko kegagalan ASI eksklusif. Analisis multilevel menunjukkan adanya variasi kejadian kegagalan ASI eksklusif antarprovinsi (LR test = 318.55; p < 0>

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor individu bayi, faktor ibu dan rumah tangga, serta faktor wilayah dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia.

Background: The Global Breastfeeding Collective continues to target that 70% of infants worldwide receive exclusive breastfeeding by 2030. However, coverage of exclusive breastfeeding remains below the global target in many countries, including Indonesia. Failure to practice exclusive breastfeeding is associated with adverse child health outcomes, such as diarrhea, acute respiratory infections, pneumonia, and increased mortality risk among infants under six months of age. Various factors at the infant, maternal, household, and regional levels may contribute to this condition, and identifying them is crucial to inform strategies that improve exclusive breastfeeding practices.

Objective: This study aimed to identify factors associated with failure of exclusive breastfeeding among infants aged 0-5 months in Indonesia, using multilevel analysis of data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI).

Method: This study used a cross-sectional design and secondary data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI). The subjects were infants aged 0-5 months. Data were analyzed using a Generalized Linear Mixed Model (GLMM), which included individual, household, and regional variables as fixed effects, with random effects at the household and regional levels to obtain the most appropriate predictive model for exclusive breastfeeding failure.

Results: 14,444 samples were analyzed. The prevalence of exclusive breastfeeding failure among infants aged 0-5 months in Indonesia was 35.24%. Factors associated with an increased risk of exclusive breastfeeding failure were infant age, low birth weight, early initiation of breastfeeding, history of illness, maternal employment, socioeconomic status, household size, family size, maternal age during pregnancy, and urban/rural. Meanwhile, maternal education and interpregnancy interval were associated with a lower risk of exclusive breastfeeding failure. Multilevel analysis showed significant provincial variation in exclusive breastfeeding failure (LR test = 318.55; p<0>

Conclusion: There is a relationship between infant factors, maternal factors, household, and region with exclusive breastfeeding failure among infants aged 0-5 months in Indonesia 

Kata Kunci : kegagalan ASI eksklusif, analisis multilevel, bayi usia 0-5 bulan

  1. S2-2026-533179-abstract.pdf  
  2. S2-2026-533179-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-533179-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-533179-title.pdf