Inovasi Kebijakan Lokal Pengentasan Kemiskinan Studi Kasus Desa Patas I dan Desa Palu Rejo Di Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan
PAHRUL JAYA, 1. Pande Made Kutanegara, M.Si., Ph.D.; 2. Dr. Tauchid Komara Yuda, S.Sos., MDP
2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Kemiskinan di wilayah pedesaan merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga dengan keterbatasan akses terhadap pendidikan, keterampilan, layanan kesehatan, peluang usaha, dan dukungan kelembagaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi kebijakan lokal dalam pengentasan kemiskinan di Desa Patas I dan Desa Palu Rejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, serta menganalisis faktor sosial dan budaya yang memengaruhi efektivitas inovasi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Informan penelitian meliputi aparat desa, rumah tangga miskin, pelaku usaha, peserta pelatihan, pendamping, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Analisis dilakukan secara tematik komparatif dengan menggunakan kerangka milestone kemandirian yang meliputi survival, skill, income, autonomy, dan social capital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kebijakan lokal di kedua desa berkembang dalam beberapa bentuk utama, yaitu inovasi tata kelola bantuan, peningkatan keterampilan, ekonomi komunitas berbasis arisan dan simpan pinjam, diversifikasi pendapatan, serta inovasi sosial-budaya. Desa Palu Rejo menunjukkan perkembangan yang lebih kuat pada aspek peningkatan keterampilan, diversifikasi pendapatan, dan sebagian kemandirian ekonomi, terutama melalui pelatihan, pasar mingguan, arisan, dan usaha berbasis jejaring lintas etnis. Sebaliknya, Desa Patas I lebih menonjol pada kekuatan modal sosial, gotong royong, solidaritas adat, dan musyawarah komunal, meskipun pergeseran menuju pendapatan mandiri dan kemandirian ekonomi berlangsung lebih lambat. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas inovasi kebijakan lokal sangat dipengaruhi oleh bentuk modal sosial, kapasitas sumber daya manusia, beban sosial-budaya, dan kondisi struktural desa.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengentasan kemiskinan di tingkat desa akan lebih efektif apabila kebijakan lokal mampu menghubungkan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan modal sosial sesuai dengan karakter sosial masing-masing desa.Kata kunci: inovasi kebijakan lokal, pengentasan kemiskinan, modal sosial, desa, kemandirian masyarakat
Poverty in rural areas is a multidimensional problem that is not only related to low income, but also to limited access to education, skills, health services, business opportunities, and social institutional support. This study aims to analyze local policy innovation in poverty alleviation in Patas I Village and Palu Rejo Village, Gunung Bintang Awai District, Barito Selatan Regency, and to examine the social and cultural factors influencing the effectiveness of such innovation. This study employed a qualitative approach with a comparative case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document review. The informants consisted of village officials, poor households, local entrepreneurs, training participants, facilitators, traditional leaders, religious leaders, and community leaders. The data were analyzed using comparative thematic analysis based on the independence milestone framework consisting of survival, skill, income, autonomy, and social capital. The findings show that local policy innovation in both villages developed in several major forms, namely innovation in aid governance, skill enhancement, community-based economic initiatives through rotating savings and micro-loans, income diversification, and socio-cultural innovation. Palu Rejo Village demonstrates stronger progress in skill enhancement, income diversification, and partial economic autonomy, particularly through training programs, weekly markets, rotating savings groups, and business networks across ethnic groups. In contrast, Patas I Village is more strongly characterized by social capital, mutual cooperation, customary solidarity, and communal deliberation, although the transition toward independent income and economic autonomy tends to be slower. The study also finds that the effectiveness of local policy innovation is strongly influenced by the form of social capital, human resource capacity, socio-cultural burden, and village structural conditions. This study concludes that poverty alleviation at the village level will be more effective when local policies are able to connect social protection, economic empowerment, and social capital strengthening in accordance with each village’s social characteristics. Keywords: local policy innovation, poverty alleviation, social capital, village, community independence
Kata Kunci : inovasi kebijakan lokal, pengentasan kemiskinan, modal sosial, desa, kemandirian masyarakat., local policy innovation, poverty alleviation, social capital, village, community independence