Pengaruh Ekstrak Kayu Caesalpinia Sappan terhadap Kapasitas Deposisi Kolagen Biakan Fibroblas yang Dipajan Sinar Ultraviolet-A
Hanan Ashrafi Noviandari, dr. Arief Budiyanto, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K. ; Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K.
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Latar Belakang: Fibroblas merupakan sel utama penyusun dermis yang berperan penting dalam menjaga struktur dan fungsi kulit. Pajanan sinar ultraviolet A (UVA) dapat menyebabkan stres oksidatif pada fibroblas, yang berkontribusi terhadap penuaan kulit (photoaging) dengan menurunkan viabilitas sel dan meningkatkan produksi matriks metaloproteinase MMP). Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung flavonoid dan polifenol dengan aktivitas antioksidan yang potensial untuk melindungi fibroblas dari efek negatif pajanan UVA.
Tujuan: Menilai efek pemberian ekstrak kayu Caesalpinia sappan terhadap peningkatan kapasitas deposisi kolagen pada biakan fibroblas yang dipajan sinar ultraviolet-A.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vitro yang menggunakan sampel fibroblas dermis manusia yang dikultur dalam medium DMEM (Dubelcco’s Modified Eagle Medium) pasase 3-4. Sampel pada penelitian ini, yaitu fibroblas yang ditambahkan ekstrak kayu C. sappan dalam 4 konsentrasi (62,5 µg/ml; 31,3 µg/ml; 15,6 µg/ml, dan 7,8 µg/ml) dan fibroblas kontrol (tanpa ekstrak kayu C. sappan). Sampel dipajan sinar ultraviolet-A kemudian dilakukan pengukuran kadar kapasitas deposisi kolagen dengan uji Sirius Red setelah penyinaran. Pengukuran ini juga dilakukan pada sampel fibroblas kontrol yang tidak dipajan sinar ultraviolet-A. Hasil pengukuran kapasitas deposisi kolagen dibandingkan antara sampel fibroblas yang ditambahkan ekstrak kayu C. sappan dengan fibroblas kontrol.
Hasil: Pajanan sinar UVA secara signifikan menurunkan kapasitas deposisi kolagen sebesar 38,24% dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,002). Pemberian ekstrak kayu C. sappan konsentrasi 7,8 µg/ml secara signifikan meningkatkan kapasitas deposisi kolagen dibandingkan kelompok UVA (p = 0,020). Namun, pada konsentrasi yang lebih tinggi (15,6 µg/ml hingga 62,5 µg/ml), kapasitas deposisi kolagen cenderung menurun kembali. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi senyawa antioksidan tertentu dapat bersifat pro-oksidan. Kesimpulan: Pajanan sinar UVA menurunkan kapasitas deposisi kolagen biakan fibroblas dermis manusia secara signifikan. Pemberian ekstrak kayu Caesalpinia sappan pada konsentrasi rendah (7,8 µg/ml) mampu menghambat penurunan kapasitas deposisi kolagen akibat pajanan sinar UVA secara bermakna.
Background: Fibroblasts are the main cells that make up the dermis and play an important role in maintaining the structure and function of the skin. Exposure to ultraviolet A (UVA) rays can cause oxidative stress in fibroblasts, which contributes to skin aging (photoaging) by reducing cell viability and increasing the production of matrix metalloproteinase MMP). Sappan wood (Caesalpinia sappan L.) contains flavonoids and polyphenols with potential antioxidant activity to protect fibroblasts from the negative effects of UVA exposure.
Objective: To evaluate the effect of C. sappan wood extract on collagen deposition in human dermal fibroblast cultures exposed to UVA radiation.
Methods: This in vitro experimental study utilized human dermal fibroblasts (passages 3–4) cultured in Dulbecco’s Modified Eagle Medium (DMEM). Fibroblast samples were treated with C. sappan wood extract at concentrations of 62.5, 31.3, 15.6, and 7,8 µg/ml, while control samples received no extract. All samples, except for a non-irradiated control group, were exposed to UVA light. Collagen deposition was assessed post-irradiation using the Sirius Red assay, and results were compared between treated and control groups.
Results: Ultraviolet-A (UVA) radiation significantly reduced collagen deposition capacity by 38.24% compared to the control group (p = 0.002). The administration of C. sappan wood extract at a concentration of 7,8 µg/ml significantly increased collagen deposition capacity compared to the UVA-exposed group (p = 0.020). However, at higher concentrations (15.6 µg/ml to 62.5 µg/ml), collagen deposition capacity tended to decrease again. This suggests that high concentrations of certain antioxidant compounds can be pro-oxidant. Conclusion: UVA radiation significantly reduces the collagen deposition capacity of human dermal fibroblast cultures. The administration of Caesalpinia sappan wood extract at a low concentration (7.8 µg/ml) is capable of significantly inhibiting the reduction of collagen deposition capacity caused by UVA exposure.
Kata Kunci : Caesalpinia sappan L., fibroblas, kapasitas deposisi kolagen, sinar ultraviolet-A