Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Menggunakan Metode Task-Technology Fit Untuk Mendukung Program Integrasi Layanan Primer di Puskesmas Kabupaten Kulon Progo
Ali Chamid, Dr. Eng. Silmi Fauziati, S.T., M.T.; Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.Hlth.Info
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang: Transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) merupakan elemen krusial untuk meningkatkan efisiensi pelayanan guna mendukung kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP). Namun, efektivitas penerapannya masih menghadapi tantangan terkait kesesuaian antara teknologi dan tugas operasional tenaga kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan SIMPUS menggunakan model Task-Technology Fit (TTF) serta menganalisis hubungan antara Karakteristik Tugas, Karakteristik Teknologi, Kesesuaian Tugas-Teknologi, dan Dampak Kinerja.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods sequential explanatory dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional pada 42 responden dan tahap kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 6 informan. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dan analisis tematik berbantu perangkat lunak NVivo.
Hasil: Temuan kuantitatif menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara Karakteristik Tugas (r = 0,852) dan Karakteristik Teknologi (r = 0,858) terhadap Task-Technology Fit. Hubungan antara Kesesuaian Tugas-Teknologi terhadap Dampak Kinerja menunjukkan korelasi tertinggi sebesar 0,880. Secara kualitatif, SIMPUS dinilai efektif sebagai sistem manajemen arsip digital dan pencarian riwayat medis. Namun, ditemukan kendala pada interoperabilitas eksternal dan beban input ganda (double entry).
Kesimpulan: Penelitian menyimpulkan bahwa SIMPUS saat ini belum sepenuhnya mampu memfasilitasi pelayanan ILP secara optimal karena adanya kesenjangan fungsional pada fitur skrining spesifik dan ketidakstabilan infrastruktur jaringan di wilayah geografis tertentu.
Kata kunci: SIMPUS, Task-Technology Fit, Integrasi Layanan Primer, Dampak Kinerja, Interoperabilitas.
Background: Digital transformation through the Community Health Center Management Information System (SIMPUS) is a crucial element for improving service efficiency in support of the Primary Healthcare Integration (ILP) policy. However, its effectiveness is still hindered by challenges regarding the fit between technology and health workers' operational tasks.
Objective: This study aims to evaluate SIMPUS implementation using the Task-Technology Fit (TTF) model and analyze the relationship between Task Characteristics, Technology Characteristics, Task-Technology Fit, and Performance Impact.
Method: This research employed a sequential explanatory mixed-methods design, involving a quantitative cross-sectional survey of 42 respondents and a qualitative phase with in-depth interviews of 6 informants. Data analysis was conducted using Spearman Rank Correlation and NVivo-assisted thematic analysis.
Results: Quantitative findings showed a very strong positive correlation between Task Characteristics (r = 0.852) and Technology Characteristics (r = 0.858) with Task-Technology Fit. The relationship between Task-Technology Fit and Performance Impact showed the highest correlation at 0.880. Qualitatively, SIMPUS is considered effective as a digital archive management and medical history search system. However, obstacles were found in external interoperability and double-entry data burdens.
Conclusion: The study concludes that SIMPUS is currently not yet fully capable of optimally facilitating ILP services due to functional gaps in specific screening features and network infrastructure instability in certain geographical areas.
Keywords: SIMPUS, Task-Technology Fit, Primary Healthcare Integration, Performance Impact, Interoperability
Kata Kunci : SIMPUS, Task-Technology Fit, Integrasi Layanan Primer, Dampak Kinerja, Interoperabilitas.