Laporkan Masalah

Kajian Inklusivitas Ruang Dalam Hunian Vertikal Bagi Perempuan Di Kampung Susun Akuarium, Jakarta Utara  

Michelly Ribka Indah Napitupulu, Dr. Alia Fajarwati, S.Si,M.IDEA.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kampung Susun Akuarium merupakan hunian vertikal berbasis komunitas yang dibangun sebagai bagian dari upaya penataan kembali permukiman pasca penggusuran di Jakarta Utara. Hunian ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membentuk kembali pola kehidupan penghuninya. Dalam konteks tersebut, perempuan menjadi kelompok yang penting untuk dikaji, mengingat perannya yang dominan dalam aktivitas domestik maupun sosial sehari-hari.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis persepsi penghuni perempuan terhadap perubahan ruang dari hunian horizontal ke hunian vertikal, serta (2) menganalisis tingkat inklusivitas ruang dalam hunian vertikal bagi perempuan di Kampung Susun Akuarium. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta didukung oleh data kuantitatif berupa skala Likert, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dari hunian horizontal ke vertikal memunculkan berbagai persepsi di kalangan perempuan, yang kemudian tercermin dalam bentuk adaptasi terhadap keterbatasan ruang, pola interaksi sosial, serta aktivitas ekonomi. Di sisi lain, tingkat inklusivitas ruang pada hunian vertikal secara umum berada pada kategori tinggi, terutama pada aspek sosial seperti interaksi dan partisipasi. Namun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan pada aspek fisik, seperti aksesibilitas bagi kelompok rentan dan keterbatasan ruang dalam unit hunian. Temuan ini menunjukkan bahwa inklusivitas ruang tidak hanya ditentukan oleh perencanaan fisik, tetapi juga dibentuk melalui praktik sosial dan kemampuan adaptasi penghuni khususnya perempuan.

Kampung Susun Akuarium is a community-based vertical housing developed as part of post-eviction settlement restructuring efforts in North Jakarta. This housing does not merely function as a living space, but also as a social space that reshapes the daily lives of its residents. In this context, women become an important group to be examined, considering their dominant roles in both domestic and social activities.

This study aims to: (1) analyze women residents' perceptions of spatial changes from horizontal housing to vertical housing, and (2) examine the level of spatial inclusivity in vertical housing for women in Kampung Susun Akuarium. This research employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, field observation, documentation, and supported by quantitative data using a Likert scale. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing.

The results show that the transition from horizontal to vertical housing generates various perceptions among women, which are reflected in their adaptive strategies toward spatial limitation, social interaction patterns, and economic activities. In addition, the level of spatial inclusivity in vertical housing is generally categorized as high, particularly in social aspects such as interaction and participation. However, several limitations remain in the physical aspect, including accessibility for vulnerable groups and limited space within housing units. These findings indicate that spatial inclusivity is not solely determined by physical design, but is also shaped through social practices and residents' adaptive capacities, especially among women.

Kata Kunci : Hunian Vertikal, Persepsi Perempuan, Inklusivitas Ruang, Kampung Susun Akuarium

  1. S1-2026-493746-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493746-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493746-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493746-title.pdf