Gambaran frekuensi abortus terhadap faktor risiko di RSUP Dr. Sardjito tahun 1991
Ihsan Husain, dr. Zain Alkaff ; dr. Suwono
1993 | Skripsi | S1 KEDOKTERANAbortus sering meniadi masalah utama kesehatan terutama dengan banyaknya kasus abortus dan meningkatnya kejadian abortus. Maksud penelitian ini untuk dapat mengetahui gambaran frekuensi abortus di RSUP Dr. Sardjito selama tahun 1991. Gambaran frekuensi abortus itu ditinjau menurut umur ibu, umur kehamilan, paritas dan riwayat abortus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subyek penelitian adalah semua yang mengalami abortus yang datang ke bagian hkebidanan dan kandungan RSUP Dr. Sardiito dalam kurun waktu 1 Januari 1991- 31 Desember 1991. Pada penelitian ini didapatkan 15,21% kasus abortus terhadap persalinan. Abortus spontan (96,65%) lebih banyak dibanding abortus provokatus (3,35%). Abortus inkompletus merupakan jenis abortus yang paling banyak terjadi (83.87%). Frekuensi abortus tinggi pada umur ibu 20-28 tahun (59,86%3., umur kehamilan <12 minggu (51,88%), paritas 1-3 (585,10%) dan tanpa riwayat abortus (72,11%). Untuk dapst mengetshuili gambaran yang lebih rinci tentang frekuensi dsn penyebaran masing-masing jenis abortus menurut umur ibu, umur kehamilan, peritas dan riwavat abortus perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Kata Kunci : abortus, faktor risiko