Laporkan Masalah

Prediksi erosi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu dengan bantuan software Arcview versi 3.2

LEMBAH, Charly, Dr.Ir. Bambang Agus Kironoto

2005 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Sumberdaya A

Iklim yang ekstrim panas dan curah hujan rendah dengan perubahan tata guna lahan yang sangat cepat di bagian Barat Sub DAS Palu akibat praktek penebangan dan pencurian kayu, menyebabkan kerusakan lahan semakin besar, sementara di bagian Timur DAS Palu kondisi lahannya tandus dan hanya ditumbuhi padang rumput dan kaktus. Perubahan tata guna lahan yang dipercepat akibat aktivitas manusia dalam memanfaatkan alam itu untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi membawa dampak buruk terhadap lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besaran potensi erosi yang terjadi di DAS Palu, dengan menggunakan metode USLE dan MUSLE Erosi yang terjadi di DAS Palu diprediksi dengan bantuan Software Arcview yang merupakan salah satu perangkat lunak Sistim Informasi Geografi. Potensi erosi yang terjadi di DAS Palu pada kondisi eksisting sejumlah 14.829.862,82 ton/tahun atau sebesar 8.238.812,68 m3/tahun atau sekitar 47,85 ton/ha/tahun masuk kategori bahaya erosi klas II (ringan) yang ekivalen kehilangan ketebalan lapisan tanah sebesar 2,66 mm/tahun dan setelah dilakukan upaya konservasi, jumlah erosi yang terjadi menurun menjadi 6.170.076,06 ton/tahun atau 3.427.820,03 m3/tahun atau sebesar 19,91 ton/ha/tahun, dengan tingkat bahaya erosi klasifikasi II (ringan). ekivalen dengan kehilangan ketebalan lapisan tanah sebesar menjadi 1,11 mm/tahun. Upaya konservasi dalam rangka pengendalian dan pelestarian lahan tetap dilakukan walaupun tingkat bahaya erosi yang terjadi masih masuk dalam kategori ringan, pelestarian dimaksudkan untuk memperbaiki lahan yang tandus dan menurunkan jumlah erosi, dengan mengubah faktor C tanaman dan mengubah pengelolaan tata guna lahan kondisi eksisting dan P aspek konservasi tanah.

Extremely hot climate and low level of rainfall, as well as rapid land use changing due to illegal logging, have caused larger damage at the West part of Palu watershed. Moreover, east part of Palu watershed is arid and only grown by cactus and grass. Accelerated land use changing caused by human activities has given severe impacts to the environment and ecosystem balance. The objective of this study is to predict the potential erosion in Palu watershed using USLE and MUSLE method. Erosion in Palu watershed is predicted using Arcview software, Geography Information System Software. Potential erosion in Palu watershed at the existing condition is 14,829,862.82 ton/year or 8,238,812,68 m3/year or 47.85 ton/ha/year, which is categorized as Erosion Class II (insignificant) and equivalent to 2.66 mm/year of soil layer erosion. After conservation efforts, erosion decreases to 6,170,076.06 ton/year or 3,427,820.03 m3/year or 19.91 ton/ha/year, which is categorized as Erosion Class II (insignificant) and equivalent to soil layer erosion of 1.11 mm/year. Conservation efforts in order to land control and preservation are still required although erosion hazard level is categorized as insignificant. The conservation is aimed to improve arid land and reduce the erosion by changing factor C (plants), land use at the existing condition and P (soil conservation aspect).

Kata Kunci : DAS,Erosi,Arcview Versi 32, Erosion, USLE, MUSLE, SIG, DAS Palu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.