PEMANFAATAN INFRASTRUKTUR JARINGAN FREE WI-FI DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI SMART SOCIETY DI KOTA MOJOKERTO
Ratna Diah Maharani, Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Penerapan kebijakan smart city
di Kota Mojokerto menempatkan peran free Wi-Fi sebagai infrastruktur
pendukung dalam inovasi program smart city. Sebarannya yang secara
dominan pada ruang-ruang aktivitas masyarakat menunjukkan adanya potensi dalam
mendukung implementasi dimensi smart society, sehingga diperlukan
identifikasi lebih lanjut terhadap kualitas layanan dan tingkat pemanfaatannya.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan
kualitas infrastruktur jaringan free Wi-Fi, menganalisis tingkat pemanfaatannya
dalam mendukung dimensi smart society, serta menyusun strategi
optimalisasi yang relevan terhadap implementasi dimensi smart society di
Kota Mojokerto.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Objek
penelitian adalah unit infrastruktur jaringan free Wi-Fi yang dikelola
oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner
kepada masyarakat sebagai pengguna layanan dan didukung wawancara terstruktur dengan
Dinas Komunikasi dan Informatika. Sementara, analisis data dilakukan
menggunakan statistik deskriptif untuk menilai kualitas dan tingkat
pemanfaatannya, serta metode SOAR dan QSPM untuk menentukan strategi prioritas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur jaringan free Wi-Fi telah mencapai 412 titik yang tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan dengan dominasi sebaran pada ruang publik. Secara umum, kualitas infrastruktur jaringan free Wi-Fi dinilai dalam kategori baik berdasarkan indikator jangkauan area, kecepatan jaringan, kemudahan akses, dan keamanan jaringan. Namun, tingkat pemanfaatannya dalam mendukung dimensi smart society masih berada pada kategori “kadang-kadang”, dengan sub-dimensi community menunjukkan tingkat pemanfaatan tertinggi dibandingkan learning dan security. Dengan demikian, dirumuskan delapan strategi optimalisasi dengan prioritas yang ditentukan melalui metode QSPM.
The
implementation of smart city policies in Mojokerto City positions free Wi-Fi as
supporting infrastructure for smart city program innovations. Its widespread
availability in public spaces indicates its potential to support the smart
society dimension, thus necessitating further identification of service quality
and usage levels. This study aims to analyze the availability and quality of
free Wi-Fi network infrastructure, analyze its utilization levels in supporting
the smart society dimension, and develop relevant optimization strategies for
its implementation in Mojokerto City.
This study uses a
descriptive quantitative approach. The object of this study is the free Wi-Fi
network infrastructure managed by the Mojokerto City Government. Data were
obtained through questionnaires distributed to the community as service users
and supported by structured interviews with the Mojokerto City Communication
and Information Agency. Data were analyzed using descriptive statistics, as
well as the SOAR and QSPM methods to determine strategic priorities.
The research shows that free Wi-Fi network infrastructure is now available at 412 locations spread across all urban villages and subdistricts, with a concentration in public spaces. Overall, the quality of the free Wi-Fi network infrastructure is rated as good based on indicators such as coverage area, network speed, ease of access, and network security. However, utilization in supporting the smart society dimension remains in the "occasional" category, with the community sub-dimension showing higher utilization than learning and security. Accordingly, eight optimization strategies were formulated and prioritized using the QSPM method.
Kata Kunci : infrastruktur jaringan, free Wi-Fi, ruang publik, smart society