Stressor psikososial dan depresi di kalangan mahasiswa Timor Timur di Yogyakarta
Octavio Augusto De Jesus Osorio Soares, dr. R.A. Kresman ; dr. Soedjono Aswin, Ph.D.
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPerubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi, kemajuan teknologi dan industrialisasi membawa dampak dalam kehidupan manusia. Khayam (1985) menyatakan bahwa tata nilai vang menganggap kemanunggalan, uniformitas, ketidak orisinalan, dan kolektivitas sebagai yang ideal telah bergeser kearah tata nilai budaya industri yang lebih menghargai persaingan, perlombaan, orisinalitas, kemajuan individual, kreativitas pribadi, keaneka ragaman dan ketidak samaan. Yogyakarta sebagai ibu kota DI Yogyakarta, juga tidak terlepas dari perubahan tersebut, sebagai konsekuensi dari modernisasi Yogyakarta menjadi kota pelajar. Arus masuk pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah dan negara yang cenderung meningkat setiap tahun ke Yogyakarta telah turut pula memacu perubahan tersebut. Kelompok mahasiswa dari propinsi TimorTimur Jjuga turut serta dalsm mengisi dinamika mahasiswa di Yogyakarta. Kecepatan perubahan sosial meningkatkan permasalahan kehidupan manusia dalam wujud stresor psikososial. Direktorat Kesehatan Jiwa (1983) mendefinisikan stresor psikososial sebagai perubahan dalam kehidupan vyang mengakibatkan seseorang harus melakukan adaptasi atau upaya penanggulangan. Tidak semua orang dapat menvesuaikan diri dengan perubahan tersebut, sehingga pada gilirannya dapat mengakibatkan timbulnya ketegangan, depresi dan gangguan jiwa lainnya. Sethi (1986) menyatakan bahwa depresi masih merupakan masalah terbesar dalam kesehatan jiwa saat ini. Hal ini disebabkan karena depresi merupakan jenis gangguan Jjiwa yang paling banyak diderita manusia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap sejauh mana kecepatan perubahan sosial di Yogyakarta, yang meningkatkan pula stresor psikososial, berdampak terhadap kesehatan jiwa mahasiswa asal propinsi Timor-Timur dalam bentuk depresi. Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat menjadi masukan yang berguna dalam mengungkap kasus-kasus depresi di kalangan mahasiswa pada umumnya dan sekaligus dapat membantu para mahasiswa asal Timor-Timur dalam mengantisipasi kecepatan perubahan sosial di Yogyakarta. Angka penderita depresi di kalangan mahasiswa Timor-Timur yang ditemukan dalam penelitian inil adalah sejumlah 34 orang (68%), berbanding 35 orang (70%) penderita depresi di kalangan mahasiswa asli Yogyakarta (Jawa). Angka penderita depresi pada kelompok mahasiswa yang berjenis kelamin wanita tercatat 37 orang (72%), sedangkan untuk kelompok mahasiswa pria sejumlah 32 orang (65%). Ditemukan bahwa stresor psikososial berpengaruh terhadap tingkat depresi penderita-penderita tersebut.
Kata Kunci : depresi, stresor psikososial