Laporkan Masalah

Perbandingan Efek Samping Hematologi Antara Pemberian Kemoterapi Cisplatin dan Kombinasi Carboplatin plus Paclitaxel Pada Penderita Kanker Serviks

Hanum Hasifah Fahriah, Prof. Dr. apt. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc; Dr. apt. Fita Rahmawati, Sp.FRS.

2026 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab kematian akibat kanker terbesar ketiga di Indonesia dan menempati urutan kedua kanker terbanyak pada

perempuan, dengan insidensi 23,3?n mortalitas 13,2%. Cisplatin dan kombinasi paclitaxel–carboplatin adalah dua regimen kemoterapi yang digunakan dalam

penanganan kanker serviks. Berdasarkan PNPK, cisplatin menjadi pilihan utama yang diberikan selama 6 siklus tiap 1 minggu, dan kombinasi carbolatin-paclitaxel

standar adalah 6 siklus yang diberikan tiap 3 minggu.

Tujuan: Mengetahui perbedaan profil keamanan cisplatin dan kombinasi carboplatin-paclitaxel berdasarkan efek samping hematologi, faktor-faktor yang

memengaruhinya, serta pola kejadian antar siklus kemoterapi.

Metode: Desain penelitian kohort retrospektif, menggunakan data sekunder rekam medis pasien kanker serviks di RS Sardjito Yogyakarta. Pengambilan data

menggunakan electronik medical record dan rekam medis fisik. Instrumen yang digunakan adalah blanko lembar pengumpulan data, Common Terminology Criteria for Adverse Events yang ditentukan dari derajat keparahan, dan algoritma Naranjo

yang dinilai bersama dengan dua validator. Efek samping yang dibandingkan dari segi hematologi berupa hemoglobin, leukosit, dan neutrofil. Analisis data

menggunakan Chi Square Test/ Fisher’s Exact Test untuk perbandingan, lalu menggunakan Generalized Estimating Equations untuk uji multivariat.

Hasil: Pasien kanker serviks umumnya berada pada usia produktif hingga lanjut usia, berstatus menikah, dan terdiagnosis pada stadium lanjut. Kombinasi

carboplatin-paclitaxel cenderung menyebabkan neutropenia, sedangkan cisplatin lebih sering dikaitkan dengan anemia dan leukositopenia. Efek samping hematologi selama kemoterapi bersifat multifaktorial, sehingga pemantauan parameter

hematologi secara rutin diperlukan untuk mengoptimalkan keamanan dan keberhasilan terapi.

Kesimpulan: Cisplatin menunjukkan insidensi anemia dan leukositopenia yang lebih tinggi, sedangkan kombinasi carboplatin plus paclitaxel dominan

menyebabkan neutropenia. Faktor yang memengaruhi efek samping hematologi adalah jenis kemoterapi, siklus terapi, stadium penyakit, dan komorbiditas. Pada

kelompok cisplatin, anemia, leukositopenia, dan neutropenia tertinggi pada siklus VI. Pada kelompok carboplatin-paclitaxel, anemia dan leukopenia tertinggi pada

siklus VI, sedangkan neutropenia tertinggi terjadi sejak siklus II dan tetap tinggi pada siklus III, V, dan VI. 

Background: Cervical cancer is the third largest cause of cancer death in Indonesia and ranks second as the most common cancer in women, with an incidence of 23.3% and a mortality of 13.2%. Based on PNPK, cisplatin is the standard choice given for 6 cycles, and the standard carboplatin-paclitaxel combination is 6 cycles given every 3 weeks. Previous studies have shown lower efficacy and toxicity in the carboplatin paclitaxel combination compared with cisplatin. Objective: to determine the difference in the therapeutic safety profile of using a combination of cisplatin versus a combination of carboplatin and paclitaxel, viewed from the occurrence of hematological side effects. Methods: a retrospective cohort study, using secondary data from medical records at Sardjito Hospital, Yogyakarta. Hematological side effects were compared of hemoglobin, leukocytes, and neutrophils. Causality was identified using Naranjo and severity of side effects using The Common Terminology Criteria for Adverse Events (CTCAE). Data analysis used the Chi-Square Test/Fisher's Exact Test for comparison, then used Generalized Estimating Equations for multivariate testing. Results: There are differences between the cisplatin regimen and the carboplatin plus paclitaxel combination. Cisplatin has a higher incidence of anemia and leukocytopenia, while the carboplatin plus paclitaxel combination is more likely to cause neutropenia. Conclusion: The majority of cervical cancer patients are of productive to elderly age, married, and most are diagnosed at stages II–IV. The carboplatin plus paclitaxel regimen more frequently causes leukopenia and neutropenia, while cisplatin is more associated with progressive anemia. The factors most influencing the occurrence of hematologic side effects are the type of chemotherapy, initial therapy cycle, disease stage, and comorbidities. Overall, hematologic side effects in cervical cancer chemotherapy are multifactorial, requiring routine hematologic monitoring to improve the safety and efficacy of therapy

Kata Kunci : Kanker Serviks, Cisplatin, Carboplatin Paclitaxel, Efek Samping

  1. S2-2026-538275-abstract.pdf  
  2. S2-2026-538275-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-538275-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-538275-title.pdf