Laporkan Masalah

PADI SEBAGAI KOMODITAS EKONOMI DAN PRAKTIK SOSIAL-RELIGUS: STUDI TENTANG KENDURI BLANG DI GAMPONG GUNONG MEUNASAH, ACEH JAYA

Ana Fitro Tunnissa, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos.,M.Si.

2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Modernisasi pertanian dan orientasi ekonomi pasar yang semakin dominan berpotensi menggeser praktik budaya lokal yang selama ini menjadi perekat sosial masyarakat agraris, sehingga diperlukan kajian yang mampu mengintegrasikan dimensi ekonomi dan sosial–religius secara komprehensif. Penelitian ini mengkaji peran padi sebagai komoditas ekonomi sekaligus praktik sosial–religius melalui tradisi Kenduri Blang di Gampong Gunong Meunasah, Aceh Jaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan studi dokumen, yang melibatkan sembilan informan yang dipilih secara purposif. Temuan menunjukkan bahwa padi memainkan peran penting dalam mendukung pendapatan rumah tangga dan ketahanan pangan, dengan produksi dan distribusinya mencerminkan nilai-nilai ekonomi dan religius, seperti penjualan di pasar dan praktik zakat. Kenduri Blang juga berfungsi sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kepercayaan, norma, dan jaringan komunitas. Studi ini juga menemukan keterkaitan yang kuat antara kegiatan ekonomi dan praktik sosial-keagamaan, yang terwujud dalam tindakan kolektif seperti kerja sama, timbal balik, kelembagaan kelompok petani, dan pengambilan keputusan partisipatif. Dari perspektif Asset Based Community Development (ABCD) dan modal sosial, integrasi aset ekonomi, sosial, dan budaya berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pembangunan ekonomi lokal lebih efektif jika berakar pada aset masyarakat, modal sosial, dan kearifan lokal yang tertanam dalam praktik budaya.

The increasing dominance of agricultural modernization and market-oriented economic systems has the potential to marginalize local cultural practices that have long served as the social glue of agrarian communities, thereby necessitating studies that comprehensively integrate economic and socio-religious dimensions. This study examines the role of rice as both an economic commodity and a socio-religious practice through the Kenduri Blang tradition in Gampong Gunong Meunasah, Aceh Jaya. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and document analysis involving nine purposively selected informants. The findings reveal that rice plays a significant role in supporting household income and food security, with its production and distribution reflecting both economic and religious values, such as market transactions and zakat practices. Kenduri Blang also functions as a social mechanism that strengthens trust, norms, and community networks. The study further identifies a strong interconnection between economic activities and socio-religious practices, manifested in collective actions such as cooperation, reciprocity, farmer group institutions, and participatory decision-making. From the perspectives of Asset-Based Community Development (ABCD) and social capital, the integration of economic, social, and cultural assets contributes to sustainable local economic development.

Kata Kunci : Pengembangan Ekonomi Lokal, Modal Sosial, Kenduri Blang, Pertanian Padi, Asset-Based Community Development (ABCD)

  1. S1-2026-492434-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492434-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492434-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492434-title.pdf