Laporkan Masalah

Middle Power dan Mediasi Konflik: Turki dalam Konflik Rusia-Ukraina

Imam SYAFI'IE, Dr. Titik Firawati, S.I.P., M.A.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini mengkaji bagaimana Turki, sebagai emerging middle power, memproyeksikan kebijakan luar negerinya yang berorientasi ke luar (outward-looking) melalui perannya dalam mediasi konflik Rusia-Ukraina pada periode 2022-2025. Literatur yang mengkaji soal mediasi Turki dalam konflik Rusia-Ukraina memfokuskan perhatiannya hanya pada sikap netral Turki, kepentingan ekonomi, dan penguatan posisi geopolitik, tanpa mengintegrasikannya ke dalam strategi kebijakan luar negeri Turki. Tesis ini hadir untuk mengisi celah analisis tersebut. Dengan menggunakan dua kerangka konseptual yang terdiri dari “mediation as foreign policy” dan “emerging middle power”, tesis ini mengetengahkan sebuah pendekatan “mediasi sebagai proyeksi kebijakan luar negeri” (foreign policy projection), yang berarti bahwa ketika terlibat dalam agenda mediasi konflik, emerging middle power menampilkan diri sebagai mediator untuk mengejar kepentingannya yang lebih luas. Penyelesaian konflik menjadi satu bagian penting di dalamnya, namun bukan tujuan utamanya. Tesis ini berargumen bahwa dalam konflik Rusia-Ukraina, Turki memproyeksikan diri sebagai mediator dengan cara membangun koalisi yang efektif, menyeimbangkan kapabilitas-ekspektasi, dan penggunaan diplomasi isu spesifik, untuk menopang aktivismenya dalam rangka memaksimalkan pencapaian tujuan kebijakan luar negerinya. Sementara kepentingan ekonomi dan status merupakan dua kepentingan sentral yang ingin dicapai oleh Turki dalam mediasi konflik Rusia-Ukraina. Tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengombinasikan sumber primer berupa dokumen negara, pernyataan resmi pemerintah, dan pernyataan figur-figur kunci seperti Presiden dan Menteri, dengan sumber sekunder berupa artikel jurnal, buku, laporan lembaga internasional, pemberitaan media, dan sumber lain yang relevan. Temuan dalam tesis ini berkontribusi pada kajian middle power mediation dengan menegaskan bahwa Mediasi konflik bukanlah politik alturisme, melainkan sebagai strategi pencapaian tujuan kebijakan luar negeri. Meskipun dalam proses mediasi menghadapi keterbatasan kapasitas untuk menyelesaikan konflik, middle power tetap bisa mengamankan kepentingannya yang ingin dicapai. 

This thesis studies how has Türkiye, as an emerging middle power, projected its outward-looking foreign policy through its role in mediating the Russia-Ukraine conflict during the period of 2022–2025. The existing literature on Turkish mediation in the Russia-Ukraine conflict has focused predominantly on Turkey's neutral stance, economic interests, and the consolidation of its geopolitical position, without integrating these dimensions into a broader Turkish foreign policy strategy. This thesis seeks to address that analytical gap. Drawing on two conceptual frameworks, mediation as foreign policy and emerging middle power, this thesis advances an approach termed "mediation as foreign policy projection", which posits that when engaging in conflict mediation agendas, an emerging middle power projects itself as a mediator in order to pursue its broader national interests. The ending of the conflict, therefore, becomes an important part of the process, yet it is not the primary objective. Thesis argues that in the Russia-Ukraine conflict, Türkiye has projected itself as a mediator by building effective coalition, balancing capabilities and expectations, and employing niche diplomacy to sustain its activism in maximizing the achievement of its foreign policy objectives. Economic interests and status are identified as the two central interests Türkiye sought to secure through its mediation effort in the Russia-Ukraine conflict. This thesis employs a descriptive-qualitative research method, combining primary sources, including state official documents, government statements, and the statements of key figures such as the President and Ministers, with secondary sources comprising journal articles, books, book chapters, international organization reports, media coverage, and other relevant materials. The findings of this thesis contribute to the study of middle power mediation by emphasizing that conflict mediation is not merely an act of political altruism, but rather a strategy for achieving foreign policy objectives. Even when facing capacity limitations in resolving the conflict, a middle power can nonetheless secure the interests it seeks to achieve.

Kata Kunci : Middle Power, Mediasi Konflik, Kebijakan Luar Negeri, Turki, Konflik Rusia-Ukraina.

  1. S2-2026-546249-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546249-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546249-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546249-title.pdf