Laporkan Masalah

Lexical Bundles in Traditional and Modern English Fairy Tales: A Comparative Corpus-Based Study

Balqista Surya Azizah, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Gugus kata merupakan rangkaian kata yang sering muncul berulang dan berperan dalam membentuk penggunaan bahasa secara alami. Meskipun telah banyak diteliti dalam wacana akademik dan lisan, peran gugus kata dalam teks sastra, khususnya dongeng, masih belum banyak dikaji. Sebagai genre yang berakar pada tradisi lisan, dongeng memiliki pola kebahasaan yang kemungkinan dipengaruhi oleh penggunaan gugus kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan frekuensi, struktur gramatikal, serta fungsi wacana gugus kata yang digunakan dalam dongeng bahasa Inggris tradisional (Traditional English Fairy Tales/TEFT) dan dongeng bahasa Inggris modern (Modern English Fairy Tales/MEFT). Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran berbasis korpus. AntConc 4.3.1 digunakan untuk mengidentifikasi gugus kata dalam dua korpus yang terdiri atas 400 dongeng tradisional dan 400 dongeng modern, dengan total sekitar 2.58 juta dan 2.47 juta kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 108 gugus kata dalam TEFT dan 66 gugus kata dalam MEFT. Selain itu, ditemukan 31 gugus kata yang muncul pada kedua korpus. Sebagian besar gugus kata pada kedua korpus memiliki struktur yang tidak lengkap dan didominasi oleh bagian dari frasa preposisional, frasa verba, dan frasa nomina. Fungsi wacana yang paling dominan pada kedua korpus adalah fungsi referensial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gugus kata merupakan salah satu pola kebahasaan yang dominan dalam dongeng bahasa Inggris tradisional maupun modern. Dongeng tradisional menggunakan gugus kata lebih beragam dan dengan pengulangan yang lebih tinggi, sedangkan dongeng modern mempertahankan pola struktur dan fungsi yang serupa tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam jenis gugus kata yang digunakan, tetapi perbedaan pada jumlah token menunjukkan adanya pergeseran dari gaya penceritaan lisan menuju gaya naratif tertulis.

Lexical bundles are sequences of words that frequently recur and shape natural language use. Although well studied in academic and spoken discourses, their role in literary texts, especially fairy tales, remains underexplored. As an orally rooted genre, fairy tales feature linguistic patterns likely influenced by such bundles. This research aims to identify the similarities and differences in the frequency, grammatical structures, and discourse functions of lexical bundles used in traditional English fairy tales (TEFT) and modern English fairy tales (MEFT). This research employed a mixed-methods approach within a corpus-based framework. AntConc 4.3.1 was used to identify lexical bundles in two balanced corpora comprising 400 traditional and 400 modern fairy tales, totaling approximately 2.58 and 2.47 million words, respectively. The results show 108 bundles in TEFT and 66 in MEFT. Also, 31 bundles were found in both datasets. Most bundles in both corpora are structurally incomplete and are mainly parts of prepositional phrases, verb phrases, and noun phrases. Referential expressions are the most common function in both datasets. The research shows that lexical bundles are influential in both traditional and modern English fairy tales. Traditional tales use them more often and repeat them more. Modern tales retain similar structures and functions, though less frequently. There is no significant difference in bundle types, but a change in bundle tokens points to a shift from oral storytelling to a written narrative style.

Kata Kunci : lexical bundles, fairy tales, corpus linguistics, grammatical structures, discourse functions.

  1. S2-2026-539317-abstract.pdf  
  2. S2-2026-539317-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-539317-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-539317-title.pdf