Analisis Nilai Kerentanan Gempa dan Risiko Resonansi Bangunan dengan Data Mikrotremor Menggunakan Metode HVSR di Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Andhika Binar Wira Wibowo, Dr. Eddy Hartantyo, M.Si.
2026 | Skripsi | GEOFISIKA
Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul merupakan wilayah pesisir di Cekungan Yogyakarta yang tersusun oleh endapan sedimen tebal dan berada pada kawasan rawan gempa sehingga berpotensi meningkatkan risiko kerusakan bangunan akibat resonansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dinamika tanah, indeks kerentanan seismik, serta potensi risiko resonansi bangunan bertingkat menggunakan data mikrotremor dengan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR).
Data penelitian terdiri atas 43 titik pengukuran mikrotremor yang diolah menggunakan pustaka hvsrpy dalam ekosistem Python. Kualitas kurva dievaluasi berdasarkan uji reliabilitas dan uji kejelasan puncak mengacu standar SESAME (2004). Parameter yang dianalisis meliputi frekuensi dominan (f?), faktor amplifikasi (A?), dan indeks kerentanan seismik (Kg). Analisis potensi resonansi dilakukan dengan mengekstraksi nilai amplifikasi kurva HVSR pada frekuensi natural bangunan 1 hingga 10 lantai berdasarkan persamaan empiris SNI 1726:2019.
Hasil penelitian menunjukkan nilai f? berada pada rentang 1,07–2,70 Hz yang didominasi pada bagian tengah wilayah dengan orientasi barat laut–tenggara (Gadingharjo, sebagian Gadingsari, sebagian besar Murtigading, dan tengah Srigading). Hal ini mengindikasikan keberadaan lapisan sedimen lunak dan tebal. Nilai A? berkisar 1,24–4,96 dengan zona amplifikasi tinggi berada di utara Gadingsari dan Murtigading serta selatan dan barat daya wilayah penelitian yang menunjukkan tingginya kontras impedansi. Nilai Kg berkisar antara 0,88–18,66 dengan zona kerentanan tertinggi di Murtigading, sebagian Srigading, dan barat daya Gadingsari.
Analisis resonansi menunjukkan adanya pergeseran zona risiko dari pesisir pantai dan hilir Sungai Opak menuju utara dan timur wilayah penelitian seiring pertambahan klasifikasi ketinggian bangunan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi gempa bumi, perencanaan tata ruang, dan pengembangan konstruksi bangunan bertingkat di wilayah rawan gempa.
Sanden Subdistrict, Bantul Regency, is a coastal area within the Yogyakarta Basin composed of thick sedimentary deposits and located in an earthquake-prone region, thereby increasing the potential risk of building damage due to resonance. This study aims to analyze soil dynamic characteristics, the seismic vulnerability index, and the potential resonance risk of multi-story buildings using microtremor data and the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) method.
The dataset consists of 43 microtremor measurement points processed using the hvsrpy library within the Python ecosystem. Curve quality was evaluated through reliability and peak clarity tests based on the SESAME (2004) criteria. The analyzed parameters include dominant frequency (f?), amplification factor (A?), and seismic vulnerability index (Kg). Resonance potential was assessed by extracting amplification values from HVSR curves at the natural frequencies of 1- to 10-story buildings estimated using the empirical equation of SNI 1726:2019.
The results indicate that f? values range from 1.07 to 2.70 Hz and are predominantly distributed in the central part of the study area with a northwest–southeast orientation (Gadingharjo, parts of Gadingsari, most of Murtigading, and central Srigading), indicating the presence of thick and soft sedimentary layers. A? values range from 1.24 to 4.96, with high amplification zones located in northern Gadingsari and Murtigading as well as the southern and southwestern parts of the study area, reflecting high impedance contrasts. Kg values range from 0.88 to 18.66, with the highest vulnerability concentrated in Murtigading, parts of Srigading, and southwestern Gadingsari.
The resonance analysis reveals a spatial shift in risk zones from the coastal area and downstream Opak River region toward the northern and eastern parts of the study area as building height increases. These findings provide important information for earthquake mitigation, spatial planning, and the development of multi-story buildings in earthquake-prone areas.
Kata Kunci : HVSR, indeks kerentanan seismik, mikrotremor, resonansi bangunan