Laporkan Masalah

Membedah Fenomena Nasionalisme-Kosmopolitan: Studi Kasus Aktivisme Dompet Dhuafa dalam Penanganan Pengungsi Rohingya di Indonesia

Farihah Nurfaizatush Sholihah, Prof. Dr. Dafri Agussalim, M.A.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Keterbatasan aktor konvensional, seperti negara dan organisasi internasional, dalam merespons isu pengungsi telah memperlebar celah antara pemenuhan hak dasar kemanusiaan dengan respons global. Kondisi ini membuka ruang bagi aktor non-negara untuk mengambil peran strategis dalam mengisi kekosongan fungsi yang ditinggalkan. Fenomena tersebut melegitimasi kehadiran Dompet Dhuafa melalui aktivisme kemanusiaan dalam penanganan pengungsi Rohingya di Indonesia. Namun, keterbatasan aktor konvensional bukan satu-satunya faktor pendorong. Studi ini berargumen bahwa keterlibatan Dompet Dhuafa merupakan aktualisasi dari potensi kosmopolitan yang telah melekat dalam akar identitasnya, sebuah potensi yang dapat terwujud pada level global berkat transformasi kapasitas institusional yang berlangsung bertahap. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal, penelitian ini memanfaatkan data primer hasil wawancara serta data sekunder melalui studi pustaka dokumen dan literatur akademis. Melalui kerangka rooted cosmopolitanism Appiah, temuan studi ini menunjukkan bahwa kepedulian Dompet Dhuafa terhadap Rohingya justru tumbuh dari dalam identitas partikularnya, identitas Ialam Indonesia yang inklusif dan progresif, alih-alih menanggalkan identitas tersebut. Orientasi ini menempatkan Dompet Dhuafa sebagai agen kosmopolitan yang mempromosikan nasionalisme-kosmopolitan melalui dua mekanisme utama: mobilisasi sumber daya dan pembangunan ruang komunikatif global. Pada akhirnya, studi ini mengonfirmasi bahwa loyalitas lokal dan loyalitas universal dapat berjalan beriringan tanpa saling menegasikan. Bentuk kepedulian ini bukanlah hasil akhir, melainkan proyek moral berkelanjutan yang harus diperjuangkan di tengah tantangan persepsi keamanan dan nasionalisme sempit.

The limitations of conventional actors, such as states and international organizations, in addressing refugee crises have widened the gap between the fulfillment of basic human rights and the global response. This situation has created an opportunity for non-state actors to play a strategic role in filling the functional vacuum left behind. This context legitimizes the presence of Dompet Dhuafa’s involvement through humanitarian activism in addressing the Rohingya refugees in Indonesia. However, the limitations of conventional actors are not the sole driving factor. This study argues that Dompet Dhuafa’s engagement represents an actualization of the cosmopolitan potential inherently embedded within its identity, a potential that has manifested globally through a gradual transformation of its institutional capacity. Employing a qualitative approach with a single-case study method, the research utilizes primary data obtained from interview and secondary data gathered through document reviews and academic literature. Analyzed through Appiah’s framework of rooted cosmopolitanism, the findings demonstrate that Dompet Dhuafa’s concern for the Rohingya emerges from within its particularist identity, an inclusive and progressive Indonesian Islamic identity, rather than by abandoning it. This orientation positions Dompet Dhuafa as a cosmopolitan agent that promotes cosmopolitan-nationalism through two primary mechanisms: resource mobilization and the construction of a global communicative space. Ultimately, this study confirms that local and universal loyalties can coexist harmoniously without negation. Such humanitarian concern is not a final state, but rather a continuous moral project that must be sustained amidst the challenges of security perspectives and narrow nationalism.

Kata Kunci : Dompet Dhuafa, Aktivisme Kemanusiaan, Pengungsi Rohingya, Nasionalisme-Kosmopolitan, Kosmopolitanisme Berakar, Aktor Non-Negara.

  1. S2-2026-540370-abstract.pdf  
  2. S2-2026-540370-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-540370-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-540370-title.pdf