Kajian kemandirian kawasan kota Solo Baru
Rahmawati, Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.; Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
2008 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHJumlah penduduk dan aktivitas penduduk merupakan determinan dinamika kehidupan kota. Meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan ruang untuk mengakomodasikan kegiatan. Hal itu, menyebabkan perembetan fungsi kekotaan menuju daerah pinggiran. Kota baru merupakan kota yang direncanakan, didirikan dan dikembangkan secara lengkap setelah kota-kota lainnya yang telah tumbuh dan berkembang terlebih dulu. Pembangunan kota baru ini diharapkan dapat menjadi kota yang mandiri. Solo Baru merupakan salah satu contoh kota baru yang menampung limpahan penduduk dan aktivitas di Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui perubahan dominasi penggunaan lahan, 2) mengetahui kemampuan kawasan dalam memenuhi fasilitas pelayanan dan lapangan pekerjaan penduduknya, 3) mengkaji peran kawasan terhadap Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Analisis data sekunder dengan menggunakan pendekatan deskriptif komparatif digunakan untuk mengetahui perubahan dominasi penggunaan lahan. Metode analisis Daya Layan dan Gravitasi Lowry digunakan untuk mengetahui kemampuan pelayanan sosial ekonomi serta mobilitas tenaga kerja. Sedangkan untuk mengetahui peran kawasan digunakan metode Shift-Share dan Skalogram. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan dominasi penggunaan lahan dari sawah menjadi pekarangan. Sedangkan hasil analisis daya layan menunjukkan terdapat peningkatan nilai daya layan fasilitas kesehatan dan ekonomi seiring meningkatnya fasilitas pelayanan yang melebihi kebutuhan, jangkauan pelayanan fasilitas pelayanan kesehatan mencapai daerah lain dalam kabupaten dan luar kabupaten. Hasil analisis Gravitasi Lowry menunjukkan mobilitas tenaga kerja keluar lebih besar daripada migrasi masuk kawasan yang disebabkan oleh tingginya persentase pengangguran di kawasan dibandingkan luar kawasan. Analisis Skalogram menunjukkan kenaikan rangking untuk fasilitas sosial dan ekonomi karena jumlah fasilitas pelayanan bertambah lebih banyak daripada daerah lain, yang diakibatkan oleh letaknya yang berbatasan dengan Kota Surakarta dan dilalui oleh jalan propinsi. Analisis Shift-Share menunjukkan Sektor listrik, gas, dan air bersih; pertambangan dan penggalian; bangunan; pengangkutan dan komunikasi; serta keuangan, sewa dan jasa perusahaan merupakan sektor unggulan.
Number of population and peoples activities is the determinants of the urban lively dynamics. The rise on number of population and peoples activities. make the need of space to accommodate activities are increased. That's presenting of the urban function spreading to suburban area. New city is a city which is planned, built, and developed completely after others cities was growth and developed. The development of the New City was hoped could make city which are independent. Solo Baru is one of example of New city which carried out the abundant of population and activities on Surakarta region. The objectives of the research are, 1) to know the change of land use domination, 2) understanding the region ability on fulfill the residence's service facilities and job vacancies, 3) studying the role of the area for the Surakarta City and Sukoharjo region. Secondary data analyses that use descriptive-comparative approach are used to know about the change of land use domination. Service capacity analytics method and Lowry Gravitation model are used for determine the ability of social-economics services and the labors mobility. And then, Shift share and scalogram methods are used to know the role of the area. The result of the research reveals that there a change of land use domination, which is from a wet land to be a built land. And the result of service capacity analysis are presenting of increased number of service capacity on health and economics facilities as goes as increasing services facilities that over the needs, and with the service range that could get others city in the region and out the region. The Lowry Gravitation model showed that the mobility of labor who out are bigger than migration that enter the region, which caused by the higher unemployed presentation in the region than out the region. Scalogram analysis bared the increased rank for social and economic facilities because of the number of services facilities are increased more than any region. This point are actually determined by the site which bordered with Surakarta City and passed by Province line. And Shift share analysis pointed a fact that Gas, electricity and clean water sectors, Mining and Digging, Building, transport and communication, land service and rented corporation are prime sectors.
Kata Kunci : Daya Layan, Penggunaan Lahan, Peran Kota, Kemandirian,Service Capacity. Land Use, Role of the City. Independency