Pengaruh tingkat kerusakan wilayah terhadap penghidupan rumahtangga pasca gempa di kecamatan Imogiri (Studi kasus masyarakat dusun Demen dan masyarakat dusun Wunut, desa Sriharjo)
Wulan Suci Ramadhani, Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2008 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHGempa bumi yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta terutama Kabupaten Bantul membawa perubahan terhadap kondisi aset, akses dan aktivitas rumah tangga. Perbedaan tingkat kerusakan yang dialami tiap wilayah berbeda-beda. Perbedaan ini mempengaruhi kondisi aset, akses, dan aktivitas yang pada akhirnya akan mempengaruhi penghidupan rumah-tangga. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perubahan penghidupan korban gempa pasca gempa di Dusun Demen dan Dusun Wunut; 2) mengetahui pengaruh kerusakan wilayah terhadap penghidupan/livelihood korban gempa pasca gempa di Dusun Demen dan Dusun Wunut. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan menggunakan metode indepth interview dalam pengumpulan data dengan bantuan check list. Pengambilan data lapangan dilaksanakan pada Bulan Maret hingga Bulan April 2008 di Dusun Demen dan Dusun Wunut. Responden yang diambil sebanyak 37 responden dengan pembagian Dusun Demen 21 responden dan Dusun Wunut 16 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah deduktif kualitatif dan pengolahan data menggunakan metode koding. Penelitian ini menghasilkan 1) gempa menyebabkan perubahan kondisi ketiga komponen penghidupan yaitu aset, akses dan aktivitas; 2) perubahan kondisi aset, akses dan aktivitas dapat merupakan perubahan positif dan perubahan negatif; 3) tingkat kerusakan wilayah berpengaruh terhadap perubahan aset, akses dan aktivitas dan kemudian akan mempengaruhi penghidupan rumah-tangga; 4) tingkat kerusakan wilayah dapat memicu perubahan aset financial menjadi bentuk aset yang lainnya; 5) tingkat pemulihan rumah tangga dipengaruhi oleh tingkat kerusakan, semakin parah kerusakan wilayah proses pemulihan semakin lama dan hal ini tergantung pula dengan aset rumahtangga yang masih resisten; 6) rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh rumahtangga yang tinggal di dusun yang mengalami kerusakan ringan adalah kurang dari 1 bulan dan waktu yang dibutuhkan oleh dusun dengan kerusakan parah yaitu 7-12 bulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gempa yang terjadi mempengaruhi kondisi aset yang dimiliki oleh rumah-tangga di kedua dusun. Aset yang paling rentan mengalami perubahan adalah aset fisik yaitu seperti rumah, barang berharga dan lahan pertanian. Aset yang resisten terhadap gempa seperti finansial capital dapat digunakan oleh rumahtangga untuk memulihkan kembali penghidupannya seperti sebelum gempa. Semakin parah kerusakan wilayah semakin besar pengaruhnya terhadap aset, akses, dan aktivitas, perubahan tersebut akan mempengaruhi penghidupan rumah-tangga. Kerusakan wilayah akan memicu perubahan aset finansial menjadi bentuk aset fisik dalam proses pemulihan penghidupan rumahtangga
The last earthquake which shocked Special Province of Yogyakarta especially Bantul District affected greatly the condition of capital, accessibility, and activity of the household. The damage level in every regions differ one to another. This difference determine the condition of capital, accessibility and activity which finally will influence the household livelihood. Purposes of this research are to find out the change of victims livelihood after the earthquake in Demen and Wunut Neighborhoods and find out influence the damage of Region to the victims' livelihood after the earthquake in Demen and Wunut Neighborhoods. This is a qualitative research which the data are gained from indepth interview by check list. The data are taken from march until April 2008 in Demen and wunut Neighborhoods' s. There are 37 respondents, consisting of 21 respondent from Demen Neighborhood and 16 respondent from Wunut Neighborhood. The data are analyzed deductively and processed by coding method. Earthquake changed the conditions of three livelihood components', i.e, capital, accessibility, and activity. The change of capital, accessibility, and activity could be a positive changes or negative change. The level of the damage affected the capital, accessibility, and activity and finally affected the household livelihood. The level of the damage have triggered the change of financial capital to the other kind of capitals. The level of household recovery influenced by the damage level, the worse the damage, the longer recovery period needed and it also depends on the resist household capitals and 7-12 months are the average period needed by the household in heavily damaged Neighborhoods to renovate their houses. Meanwhile the household in not seriously damaged neighborhoods less than a month to renovate their houses. The conclusion of this research show that the earthquake which happenned has affected to household's capital both in Demen and Wunut. Physical capital such as house. property and crops is the most vulnerable capital than any. Capital which resistence to earthquake such as financial capital used by household to fix their daily life due to life before earthquake. More region damage, more its effected to capital, access and activity which result to household's livelihood. The damage of region triggered financial capitals to physical capital on livelihood of household recovery procceses.
Kata Kunci : Aset, Akses, Aktivitas, Tingkat kerusakan, Penghidupan, Rumahtangga,Capital, Accessibility, Activity, Damage Level, Livelihood, Household