Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk evaluasi dan pengembangan lahan pemukiman di sebagian kabupaten Cilacap
Rahmi Tri Martati, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini merupakan penelitian terapan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk evaluasi dan pengembangan lahan permukiman. Penelitian ini mengambil lokasi di sebagian Kabupaten Cilacap dengan luas daerah penelitian 4628,65 Ha. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemanfaatan foto udara pankromatik berwarna skala 1:20.000 yang digunakan untuk menyadap informasi fisik lahan dan menentukan lahan yang dapat diprioritaskan untuk pengembangan permukiman dengan mempertimbangkan kebutuhan lahan permukiman hingga tahun 2009. Kegiatan pengumpulan data dan pengolahan data hingga di peroleh hasil berupa peta prioritas lokasi pengembangan lahan permukiman dilakukan secara digital dengan menggunakan foto udara skala 1: 20.000 tahun 1999 dan bantuan sistem informasi geografis (SIG). Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan interpretasi mosaik foto udara secara visual melalui screen digitizing serta pengumpulan data di lapangan. Interpretasi yang dilakukan meliputi interpretasi bentuklahan, drainase permukaan, lama penggenangan akibat banjir, dan penggunaan lahan dengan tingkat ketelitian interpretasi masing-masing adalah 93,33%, 83,33%, 82,14%, dan 81,2%. Metode penilaian kesesuaian lahan mendasarkan pada metode kuantitatif empiris yakni dengan memberikan harkat pada tiap parameter geomorfologi. Pengharkatan dilakukan secara berjenjang tertimbang yakni dengan memperhatikan faktor penimbang pada setiap parameter lahan yang digunakan. Hasil evaluasi lahan untuk permukiman menunjukkan bahwa di daerah penelitian lahan yang tergolong sangat sesuai (S1) adalah 302,28 Ha. Lahan yang tergolong cukup sesuai (S2) menempati 2844,72 Ha. Adapun lahan yang tergolong sesuai marginal (S3) dan tidak sesuai pada saat ini (N1) masing-masing meliputi 1269,22 Ha dan 212,42 Ha. Penyesuaian hasil kesesuaian lahan permukiman dengan Rencana Detil Tata Ruang Bagian Wilayah Kota (RDTRBWK) menunjukkan bahwa lahan yang diprioritaskan sebagai lahan prioritas I terdistribusi di sebagian Kelurahan Gumilir, Tritih Kulon, Sidakaya dan Tegalkatilayu dan prioritas II menempati sebagian Kelurahan Gumilir, Tritih Kulon, Mertasinga, Gunungsimping, Sidanegara, Sidakaya, Tambakreja, dan Cilacap masing-masing meliputi 21,92 Ha untuk lahan prioritas I dan 1345,64 Ha untuk lahan prioritas II. Menurut hasil perhitungan kebutuhan lahan untuk permukiman hingga tahun 2009, lahan yang dibutuhkan untuk permukiman adalah 527,769 Ha. Rencana Detil Tata Ruang Wilayah Bagian Kota merupakan faktor pembatas yang sangat berpengaruh dalam penentuan prioritas lokasi pengembangan permukiman. Menurut hasil yang diperoleh kebutuhan lahan permukiman hingga tahun 2009 tidak dapat terpenuhi pada lahan dengan skala prioritas I sehingga disarankan untuk mengalokasikan kebutuhan lahan pada lahan. prioritas II atau pada lahan dengan kondisi yang memadai di luar daerah penelitian.
-
Kata Kunci : Penginderaan jaug,sistem informasi geografis,lahan permukiman,Cilacap,Jawa Tengah