Permukiman Pabrik Gula Djatiroto, Lumajang
Anggie Regita Cahyani, Mimi Savitri, M. A., Ph. D.
2026 | Skripsi | ARKEOLOGI
Pabrik Gula Djatiroto di Kabupaten Lumajang merupakan salah satu peninggalan industri kolonial yang masih beroperasi hingga saat ini serta memiliki kompleks permukiman dengan karakteristik tersendiri. Kompleks tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pada masa kolonial. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan komponen-komponen dalam kompleks permukiman Pabrik Gula Djatiroto serta menganalisis konsep permukiman yang diterapkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan narasumber terkait. Analisis data dilakukan dengan mengkaji bentuk, fungsi, serta persebaran bangunan, dan menggunakan teori sektor Homer Hoyt untuk memahami pola permukiman berdasarkan stratifikasi sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks permukiman Pabrik Gula Djatiroto terdiri atas berbagai komponen, seperti rumah pegawai, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta bangunan penunjang lainnya yang terintegrasi dengan kawasan pabrik. Pola permukiman yang terbentuk memperlihatkan adanya pengelompokan berdasarkan tingkat jabatan, yang tercermin dari perbedaan lokasi, ukuran, dan karakteristik arsitektur bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa permukiman dirancang secara sistematis untuk mendukung efisiensi kerja sekaligus mencerminkan struktur kekuasaan kolonial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian arkeologi industri dan pelestarian permukiman kolonial sebagai warisan budaya.
The Djatiroto Sugar Factory in Lumajang Regency is a colonial industrial legacy
that still operates today and boasts a residential complex with its own
characteristics. The complex serves not only as a residence but also reflects the
social, economic, and cultural conditions of the colonial period. This study aims to
identify the components within the Djatiroto Sugar Factory residential complex and
analyze the residential concepts applied.
The research method used is descriptive analytical with an inductive approach. Data
collection was conducted through literature review, field observations, and
interviews with relevant sources. Data analysis was conducted by examining the
form, function, and distribution of buildings, and using Homer Hoyt's sector theory
to understand settlement patterns based on social stratification.
The results show that the Djatiroto Sugar Factory residential complex consists of
various components, such as employee housing, educational facilities, health
facilities, places of worship, and other supporting buildings integrated with the
factory area. The resulting settlement pattern demonstrates grouping based on
occupational level, reflected in differences in the location, size, and architectural
characteristics of the buildings. This suggests that settlements were systematically
designed to support work efficiency while simultaneously reflecting colonial power
structures. This research is expected to contribute to the study of industrial
archaeology and the preservation of colonial settlements as cultural heritage.
Kata Kunci : permukiman, pabrik gula djatiroto, arkeologi industri