Laporkan Masalah

Arahan penentuan pusat-pusat wilayah alternatif perwilayahan dan prioitas pengembangannya di kabupaten daerah tingkat II Sumbawa

Wirawan, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. M. Baiquni, M.A.

1997 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Fenomena kesenjangan antara Sumbawa Besar, sebagai ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Sumbawa, dengan kota-kota lain yang menjadi hinterlandnya adalah satu fakta yang tengah terjadi di Kabupaten Daerah Tingkat II Sumbawa. Fenomena kesenjangan wilayah terjadi karena pusat pengembangan pada masing-masing pewilayahan pembangunan (WP) yang telah tersusun dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kabupaten Daerah Tingkat II Sumbawa belum berfungsi secara optimal. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah dalam penentuan WP hanya berdasarkan kedekatan geografis tanpa melihat keterkaitan. antara pusat pengembangan yang dipilih dengan daerah hinterlandnya. Permasalahan tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk merumuskan usulan penentuan pusat-pusat wilayah beserta alternatif pewilayahannya dan prioritas pengembangan masing-masing wilayah pengembangan. Penentuan pusat-pusat wilayah didasarkan pada hirarki kota kecamatan secara fungsional dengan melihat ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, potensi lokasi dan konsentrasi penduduk masing-masing kecamatan. Alternatif pewilayahan yang diusulkan disusun berdasarkan keterkaitan antara pusat wilayah yang terpilih dengan kota-kota lain yang masih menjadi hinterland dengan tetap memperhatikan batas-batas adminstrasi, sedangkan prioritas pengembangan masing-masing WP didasarkan pada potensi sektoral dan komoditi unggulan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder. Teknik analisis data yang dipakai adalah skalogram, skoring, penskalaan dan location quotient. Berdasarkan hasil penelitian, kota kecamatan yang terpilih menjadi pusat wilayah adalah Sumbawa Besar, Taliwang, Alas dan Lape/Lopok. Alternatif pewilayahan yang dihasilkan penelitian ini terbagi dalam empat WP, yakni WP I dengan pusat di Lape/Lopok yang mencakup Kecamatan Lape/Lopok, Empang, Plampang dan Ropang. WP II dengan pusat di Sumbawa Besar, mencakup Kecamatan Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu dan Batulanteh. WP III dengan pusat di Alas mencakup Kecamatan Alas dan Utan. WP IV terdiri dari Kecamatan Taliwang, Seteluk, Jereweh dan Lunyuk dengan pusat di Taliwang. Prioritas pengembangan dari masing-masing WP kebanyakan masih bertumpu pada sektor pertanian dengan komoditi yang bervariasi. Sektor lain yang berpeluang untuk dikembangkan adalah sektor industri, perdagangan, pertambangan dan pariwisata.

-

Kata Kunci : Pusat wilayah alternatif,Pengembangan wilayah,Sumbawa,Nusa Tenggara Barat

  1. S1-1997-03517-abstract.pdf  
  2. S1-1997-03517-bibliography.pdf  
  3. S1-1997-03517-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-03517-title.pdf